Polda Papua Tengah Ungkap Hoaks Foto Kericuhan Dogiyai

republika.co.id
21 jam lalu
Cover Berita
REPUBLIKA.CO.ID, NABIRE, – Polda Papua Tengah mengungkap peredaran foto hoaks yang diklaim sebagai korban kericuhan di Kabupaten Dogiyai. Foto yang tersebar di media sosial dan aplikasi percakapan ini terbukti merupakan dokumentasi lama dari wilayah lain.

AKBP I Made Suartika, Kepala Bidang Humas Polda Papua Tengah, menyatakan bahwa foto yang beredar tidak berkaitan dengan peristiwa terbaru di Dogiyai. Penyebaran informasi keliru ini berpotensi menyesatkan masyarakat dan memperkeruh situasi keamanan di wilayah Papua Tengah.

Foto tersebut diunggah oleh akun KNPB News Nabire dan tersebar luas melalui WhatsApp, diklaim sebagai kejadian kericuhan di Dogiyai. Namun, setelah penelusuran, ditemukan bahwa foto tersebut merupakan peristiwa di Sanggeng, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, bukan Dogiyai.

Selain itu, gambar lain yang diklaim sebagai korban kericuhan di Dogiyai pada 31 Maret 2026, ternyata bukan peristiwa baru. Gambar tersebut pernah dipublikasikan pada 27 Februari 2026 di salah satu media di Papua.

Dengan klarifikasi ini, Polda Papua Tengah memastikan kondisi keamanan di Dogiyai saat ini terpantau aman dan kondusif. Aparat tetap meningkatkan patroli dan pengawasan untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Polda Papua Tengah mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumbernya, tidak menyebarluaskan konten yang belum terverifikasi, serta bersama-sama menjaga keamanan tetap kondusif. Diharapkan masyarakat lebih bijak dalam menerima dan menyaring informasi agar tidak terpengaruh isu yang dapat memecah persatuan.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : antara
@font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ada Gas di Lokasi 4 Pekerja Bak Penampungan Air Tewas di Jaksel, Beracun?
• 2 jam laludetik.com
thumb
Pedagang Tumpah Jadi Sorotan, Perumda Pasar Makassar Tingkatkan Pengawasan
• 9 jam laluterkini.id
thumb
RI Alihkan Sumber Impor LPG, Bahlil Pastikan Pasokan Aman
• 18 jam lalurepublika.co.id
thumb
Perkuat Peran Wilayah, Munafri Dorong Camat dan Lurah Jadi Problem Solver
• 11 jam laluharianfajar
thumb
Trump Ungkap AS Pernah Kirim Senjata ke Penentang Pemerintah Iran
• 12 jam laluerabaru.net
Berhasil disimpan.