Restoran Mi Ikan Khas Singapura Little Red Dot Resmi Kantongi Sertifikat Halal

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Restoran Little Red Dot yang dikenal lewat menu andalannya Singapore fishball noodle akhirnya resmi mengantongi sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia pada 6 Maret 2026. Kabar ini tentu saja jadi angin segar, buat kamu yang selama ini penasaran tapi masih ragu untuk mencoba.

Menurut Aulia Rahman, Deputy General Manager Little Red Dot, sertifikasi halal ini bukan sekadar formalitas, tapi langkah penting untuk menjangkau lebih banyak pelanggan.

“Melalui kampanye ‘Dulu Viral, Sekarang Halal’, kami ingin menegaskan transformasi Little Red Dot menjadi pilihan kuliner yang tidak hanya lezat, tetapi juga terpercaya bagi keluarga Indonesia,” kata Aulia.

Senada dengan Aulia, Kearney Sarwono selaku Brand Manager Little Red Dot by GF Culinary Group menilai, pencapaian sertifikasi halal ini menjadi langkah penting dalam menghadirkan hidangan yang aman dan nyaman bagi semua kalangan.

Bahkan, kata dia, kehadiran sertifikasi halal juga sudah mulai memberikan dampak nyata. Kini, banyak wisatawan merasa lebih yakin untuk datang dan mencoba menu yang tersedia.

“Di GI (Grand Indonesia) kan banyak turis ya dan mereka lihat ‘oh udah ada sertifikat halal nih’ jadi orang lebih pede mau masuk,” katanya.

Saat ini, sudah ada empat cabang Little Red Dot di Jakarta yang mengantongi sertifikat halal. Sementara itu, cabang di luar kota seperti Semarang dan Surabaya juga tengah dalam proses untuk menyusul.

Namun, di balik pencapaian ini, ternyata ada proses panjang yang harus dilalui. Ken mengungkapkan bahwa perjalanan mendapatkan sertifikasi halal memakan waktu hampir tujuh bulan. Salah satu tantangan terbesarnya adalah menyesuaikan bahan baku dan vendor.

“Dulu beberapa bahan masih impor, sekarang kita lokalisasi semuanya…Tantangannya lebih gimana yang tadinya vendor-vendor yang medium atau small itu mau buat sertifikasi halalnya sih, karena nggak semuanya mau, kita harus ganti beberapa vendor, ngambil vendor baru yang memang mau dapet sertifikasi halal,” ujarnya.

Ken juga mengungkapkan bahwa ada sejumlah penyesuaian pada menu sebagai bagian dari proses transformasi, baik dari sisi pilihan hidangan maupun penamaannya.

“Dulu tuh ada yang namanya yong tau foom, orang nggak terlalu ngerti, kalau di sini taunya batagor gitu ya, lokalannya. Jadi itu kita take out, kita nanti ada menu baru tapi kita nggak pakai menu yang namanya seperti itu,” beber Ken.

Tentang Little Red Dot

Little Red Dot merupakan restoran yang menghadirkan hidangan khas Singapura. Menurut Ken, keunikan dari Little Red Dot sendiri terletak pada spesialisasi bakso ikannya yang dibuat dari ikan ekor kuning tanpa campuran tepung sama sekali, namun tetap memiliki tekstur kenyal.

Bahkan, menurut dia, seluruh bakso diproduksi segar setiap hari sehingga tidak bisa disimpan dalam waktu lama atau dijadikan produk beku. Untuk dumpling yang disajikan pun punya keunikan tersendiri, karena kulitnya juga terbuat dari ikan tanpa tepung.

Little Red Dot sendiri berada di bawah naungan GF Culinary Group, grup F&B yang sudah berdiri sejak 2003. Selama ini, GF Culinary dikenal konsisten menghadirkan berbagai konsep restoran dengan cita rasa yang beragam, sekaligus mengedepankan kualitas dan pelayanan yang hangat untuk para pelanggan.

Jadi gimana, tertarik untuk mampir ke sini?


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Geledah Kamar Lapas Palopo, Aparat Temukan Parfum dan Barang Terlarang
• 16 jam laluharianfajar
thumb
4 Rekomendasi Minuman untuk Menjaga Kesehatan Jantung
• 19 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Samsung Cetak Rekor Laba Rp650 Triliun pada Kuartal I-2026, Naik 8 Kali Lipat
• 5 jam laluidxchannel.com
thumb
Tumpukan Sampah Mengeras di Rusun Tambora, Penguraian Diprediksi Baru Tuntas 6 Bulan
• 11 jam lalukompas.com
thumb
Pedagang Tumpah Jadi Sorotan, Perumda Pasar Makassar Tingkatkan Pengawasan
• 10 jam laluterkini.id
Berhasil disimpan.