CEO Great Wall Motor (GWM) Indonesia, Bagus Susanto membeberkan peluang masuknya model plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) mereka ke Tanah Air. Menurutnya jenis kendaraan elektrifikasi tersebut masih butuh studi lebih lanjut.
"PHEV itu merupakan salah satu opsi kalau kita bicara new energy vehicle (NEV). Sebetulnya kita punya, GWM banyak dan kemarin saat GIIAS (2025) sudah pernah kami tampilkan untuk mendapatkan masukkan dari konsumen," buka Bagus ditemui di Jakarta, Senin (6/4/2026).
Menurut Bagus, tidak sedikit yang beranggapan bahwa PHEV sama dengan HEV (Hybrid Electric Vehicle) baik secara teknologi dan keunggulan yang ditawarkan. Ia menambahkan, BEV (Battery Electric Vehicle) dinilai masih jauh lebih menarik.
"Tetapi masukan yang kami terima dari konsumen di Tanah Air, PHEV itu sama saja dengan hybrid, kena ganjil-genap, juga masih harus bayar pajak," jelasnya.
"Jadi posisinya PHEV sekarang ini sama seperti dengan hibrida. Jadi konsumen melihatnya PHEV dengan hybrid itu satu kelompok yang sama, BEV itu satu kelompok yang lain dan ICE itu apakah dia diesel atau bensin," terang Bagus.
Portofolio secara global, GWM memiliki beberapa produk dengan teknologi PHEV. Beberapa di antaranya adalah kembaran dari model yang sudah dijual di dalam negeri seperti Tank 500 PHEV, Haval H6 PHEV, H6GT PHEV, hingga Cannon Alpha PHEV.
Penjualan lini hibrida GWM saat ini terbukti masih menjadi andalan di Indonesia. Berikut rangkuman data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo.
Wholesales Januari-Februari 2026 (594 unit)GWM Tank 300 (HEV 9 unit) 288 unit
GWM Tank 500 (HEV 11 unit) 163 unit
GWM ORA 03 BEV 94 unit
GWM Haval H6 HEV 30 unit
GWM Haval Jolion HEV 19 unit.
GWM Tank 300 (HEV 241 unit) 833 unit
GWM ORA 03 BEV 383 unit
GWM Haval Jolion HEV 180 unit
GWM Tank 500 HEV 178 unit
GWM Haval H6 HEV 34 unit
GWM ORA 07 BEV 20 unit.





