Presiden Prabowo menggelar rapat terbatas (Ratas) di Istana Merdeka, Jakarta pada Senin (6/4). Rapat itu dihadiri oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Wakil Menteri PKP Fahri Hamzah.
Rapat ini membahas peningkatan target pembangunan rumah bagi rakyat di seluruh Indonesia.
"Dalam rapat tersebut, pemerintah menegaskan komitmen untuk memperluas akses hunian layak melalui langkah strategis, termasuk peningkatan program bedah rumah rakyat yang ditargetkan mencapai 400 ribu unit pada tahun ini dan menjangkau seluruh kabupaten/kota di Indonesia," kata Sekretariat Kabinet (Setkab), dikutip dari akun resmi instagramnya, @sekretariat.kabinet, Selasa (7/4).
Selain itu, rapat juga membahas pemanfaatan lahan negara serta aset BUMN. Tujuannya sama, ketersediaan perumahan bagi masyarakat.
"Baik rumah tapak maupun rumah susun, dengan skema yang inklusif bagi masyarakat berpenghasilan rendah hingga menengah," kata Setkab.
Harapannya, selain menyediakan rumah bagi rakyat, koordinasi lintas lembaga mampu mengembangkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
"Program ini diharapkan tidak hanya mempercepat penyediaan hunian layak, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan," tutup Setkab.
Selain Menteri PKP dan ATR/BPN rapat juga dihadiri Setkab Teddy Indra Wijaya, Mensesneg Prasetyo Hadi, serta Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo.




