Penyandang Disabilitas di Luwu Utara Bangkit, Jusman Sukses Jualan Siomay

terkini.id
6 jam lalu
Cover Berita

Terkini, Lutra – Semangat hidup dan kemandirian terpancar dari sosok Jusman (35), penyandang disabilitas asal Dusun Bone Kallua, Desa Taratallu, Kecamatan Mappedeceng, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

Meski mengalami keterbatasan fisik sejak lahir pada bagian kaki, Jusman tidak pernah menjadikan kondisi tersebut sebagai penghalang untuk berusaha dan menjalani kehidupan secara mandiri.

Kini, Jusman dikenal sebagai pedagang siomay goreng yang berjualan di sekitar SD 130 Benteng.

Usaha tersebut menjadi sumber penghidupan utama bagi dirinya bersama sang istri, Anggi Ayu Andira (33), yang juga merupakan penyandang disabilitas.

“Jangan pernah menyalahkan keadaan. Bekerjalah dengan ikhlas, penuh semangat, dan selalu bersyukur dengan apa yang ada, sebab kesyukuran merupakan keindahan tiada tara,” ujar Jusman, kepada Terkini.id, Selasa (7/4/2026).

Perjalanan hidup Jusman tidaklah mudah. Sebelum menekuni usaha siomay goreng, ia sempat bekerja sebagai buruh harian lepas, mulai dari mengupas kelapa hingga menjadi buruh bangunan.

Titik balik kehidupannya terjadi pada tahun 2023, saat ia menerima bantuan motor roda tiga dari Kementerian Sosial RI melalui Sentra Wirajaya Makassar.

Awalnya, kendaraan tersebut dimanfaatkan untuk jasa angkut kelapa sawit, namun usaha tersebut tidak berjalan sesuai harapan.

Tidak menyerah, Jusman kemudian mengalihkan fungsi motor tersebut sebagai sarana berjualan siomay goreng.

Keputusan itu menjadi langkah strategis yang perlahan mengubah kondisi ekonomi keluarganya.

Dari usaha tersebut, Jusman kini mampu meraup penghasilan sekitar Rp200 ribu per hari.

Selain itu, ia juga bekerja sebagai penjaga sekolah (bujang sekolah) di SD 130 Benteng dengan penghasilan sekitar Rp500 ribu per bulan.

Di sisi lain, sang istri turut berperan aktif menopang ekonomi keluarga dengan bekerja sebagai penjahit.

Sinergi keduanya membuat kebutuhan rumah tangga dapat terpenuhi, termasuk membiayai pendidikan anak semata wayang mereka yang kini duduk di kelas lima sekolah dasar.

Kepala Sentra Wirajaya Makassar, Syamsuddin, yang mengunjungi langsung aktivitas Jusman, menyampaikan apresiasi atas semangat dan ketekunan yang ditunjukkan.

“Jangan pernah ada kata lelah. Bantuan motor roda tiga ini diharapkan benar-benar dapat menopang kehidupan keluarga Pak Jusman,” ujar Syamsuddin.

Kunjungan tersebut turut didampingi Kepala Dinas Sosial Kabupaten Luwu Utara, Muhammad Yamin, serta Kepala SD 130 Benteng, Sumarni.

Berkat kerja keras dan konsistensinya, Jusman kini tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga telah memiliki rumah sendiri.

Ia terus membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah alasan untuk menyerah, melainkan kekuatan untuk bangkit.

“Jangan pernah menyerah dengan keadaan. Keterbatasan bukanlah hambatan. Jadikan kekurangan sebagai motivasi, karena di balik semua itu selalu ada rencana Tuhan yang indah. Semua bisa tercapai dengan usaha dan doa,” ungkapnya.

Kisah Jusman menjadi potret nyata bahwa dengan tekad, kerja keras, dan rasa syukur, setiap individu memiliki peluang untuk bangkit dan meraih kehidupan yang lebih baik.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mobil Dinas DKI Dipakai di Puncak Pakai Pelat Putih, Sekda: Buat Konten Promosi
• 9 jam laluokezone.com
thumb
Pemerintah Bangun 824 Rusun di Senen untuk Warga Bantaran Rel, Tahap Awal Rampung Juni 2026
• 15 jam laludisway.id
thumb
Inflasi Turun ke 3,48 Persen, Mendagri Ingatkan Daerah Tetap Waspada
• 23 jam laluliputan6.com
thumb
Menteri HAM Usul Bentuk UU Kebebasan Beragama, Singgung Kasus Intoleransi
• 5 jam laludetik.com
thumb
Ini Bedanya Down Syndrome dan Autisme yang Sering Disalahpahami
• 4 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.