Said Abdullah Usul Pembelian LPG 3 Kg Pakai Sistem Biometrik Demi Subsidi Tepat Sasaran

disway.id
11 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID -- Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, mengusulkan penerapan sistem biometrik dalam pembelian LPG 3 Kilogram (Kg).

Menurutnya, penggunaan sidik jari atau retina mata diperlukan untuk memastikan subsidi benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.

"Yang diperlukan justru adalah subsidi LPG 3 kilogram itu harus tepat sasaran, targeted. Caranya bukan sekedar semata-mata pemerintah punya data SEN, tapi juga lakukanlah berulang kali saya bolak-balik dengan sidik jari atau retina mata bagi orang yang berhak untuk mendapatkan tabung LPG 3 kilogram," kata Said di Jakarta, Selasa, 7 April 2026.

BACA JUGA:Panduan Lengkap Cara Cek Bansos PKH 2026 Cuma Pakai NIK KTP, Cair Lebih Cepat?

BACA JUGA:Update Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Selasa, 7 April 2026: Wilayah Jakut dan Jakbar Cerah Berawan!

Ia menjelaskan, berdasarkan perhitungannya dari total alokasi sekitar 8,6 juta penerima, jumlah yang benar-benar layak diperkirakan hanya sekitar 5,4 juta.

Dengan penyaluran yang lebih tepat, anggaran negara dinilai dapat lebih efisien tanpa harus mengurangi subsidi.

Terkait beban fiskal akibat kenaikan harga energi global, Said menilai hal tersebut merupakan konsekuensi yang tidak bisa dihindari.

"Kalau soal beban membebani dengan kenaikan harga minyak energi internasional apa sih yang tidak terbebani. Kan iya, kenapa kita mengotak-atik subsidi, kenapa kita tidak bicara terhadap harga non-subsidi yang sampai sekarang belum naik. Kenapa yang untuk orang miskin yang diotak-atik. Jangan dong," imbuhnya.

Sebagai alternatif, ia menyarankan pemerintah mempertimbangkan penyesuaian pada harga energi non-subsidi yang dinilai lebih rasional, dengan tetap memperhitungkan dampak inflasi yang mungkin timbul.

BACA JUGA:Plang Barang Milik Negara Dicopot, UIN Jakarta Siap Tempuh Jalur Hukum

BACA JUGA:Stok Beras RI Aman 11 Bulan, Mentan: El Nino 2025 Masih Lebih Ringan dari 2015

"Kalau mau diotak-atik yang sudah dijual di pasar yang harga keekonomian. Itu lebih make sense. Itupun harus dihitung dampak inflatoir-nya, inflasinya. Karena begitu sekali naik, kan ke mana-mana. Jadi kita lagi berhitung betul, kasih kesempatan lah jangan kemudian BBM begitu harga minyak naik kita kayak kebakaran jenggot seakan-akan besok langit akan runtuh, ngga," tutupnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jujur ke Warga, Menteri Singapura Ingatkan Ekonomi Bisa Memburuk karena Perang
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Simak! Ini Ciri-Ciri Hewan yang Dapat Hidup di Sabana dan Contohnya
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
3 Kapal Tanker Turki Berhasil Lewati Selat Hormuz dengan Selamat
• 14 jam lalubisnis.com
thumb
Tumpukan Sampah Mengeras di Rusun Tambora, Penguraian Diprediksi Baru Tuntas 6 Bulan
• 5 jam lalukompas.com
thumb
Survei Indikator: 85,3% Masyarakat Puas dengan Penyelenggaraan Mudik 2026
• 2 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.