Tumpukan Sampah Mengeras di Rusun Tambora, Penguraian Diprediksi Baru Tuntas 6 Bulan

kompas.com
7 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com – Tumpukan sampah yang menyumbat lorong pembuangan vertikal (shaft) hingga lantai enam di Rusunawa Tambora, Jakarta Barat, diperkirakan baru akan tuntas terurai dalam waktu enam bulan ke depan.

Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) Lingkungan Hidup (LH) Kecamatan Tambora, Harun, mengatakan pihaknya tidak dapat membongkar tumpukan limbah tersebut karena berisiko menyebabkan tembok shaft ambruk.

Sebagai solusi, penguraian sampah akan dilakukan menggunakan metode budidaya maggot yang membutuhkan waktu cukup lama.

Baca juga: Ditinggal Pergi Ibu, Balita Tewas Setelah Terjatuh dari Lantai 7 Rusunawa Tambora

"Jadi kan nanti dengan budidaya maggot, itu akan habis. Karena kalau di sampah warga rusun ini kan mayoritas organik ya, kita akan budidayakan terus, maggot itulah yang makanin sampah," ujar Harun saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (7/4/2026).

Harun memperkirakan, diperlukan waktu berbulan-bulan agar sampah yang menyumbat hingga lantai tiga di Tower B dan lantai enam di Tower C tersebut bisa benar-benar bersih.

"Kalau hitungan saya sih bisa 3 sampai 6 bulan itu kalau sampai shaft-shaft-nya udah habis bener," ujarnya.

Baca juga: Cerita Ketua RT Rusunawa Tambora soal Anak yang Jatuh dari Lantai 4

Ia menjelaskan, proses penguraian mengandalkan siklus hidup maggot yang secara bertahap akan memakan limbah organik hingga tumpukan sampah habis.

"Maggot itu untuk perkembangbiakan kan dua minggu pertama nih. Nah, dua minggu pertama dia lagi masa ganas-ganasnya, dia akan mati dengan sendirinya, nah dalam sebulan kita akan terus (tambah) gitu. Udah gitu nanti terurai, dia turun sendiri habis," jelasnya.

Risiko Tembok Ambruk

Kondisi shaft yang telah dipenuhi sampah sejak awal tahun ini membuat permukaannya mengeras.

Karena itu, Suku Dinas Lingkungan Hidup tidak dapat menggunakan alat berat untuk mengeruk tumpukan sampah yang telah menumpuk hingga puluhan meter tersebut.

Baca juga: Penghuni Rusunawa Tambora Tewas Jatuh dari Lantai 4

Menurut Harun, penguraian secara paksa di ruang sempit dan tinggi justru berisiko fatal terhadap struktur bangunan rusun yang berpotensi ambruk.

"Jadi kalau kita paksa angkut juga, itu pasti akan roboh. Retaknya udah (kelihatan). Ini kan udah mepet nih sampah, sampah kan posisinya mengisi ruang yang celah kosong, mengeras, nah kalau dikeruk bawahnya, itu ada pergerakan, lalul retak dan berpotensi ambruk si tembok shaf-nya itu," kata dia.

Sambil menunggu proses penguraian alami yang diperkirakan memakan waktu hingga enam bulan, Sudin LH bersama pengelola Rusunawa Tambora kini fokus pada upaya pencegahan agar volume sampah harian tidak terus bertambah.

Baca juga: Separuh Penunggak Rusunawa Tambora Mulai Bayar Sewa

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Langkah yang dilakukan adalah mendorong warga Rusunawa Tambora dan sekitarnya untuk memilah sampah secara mandiri dari rumah masing-masing.

"Kembali lagi ke warga, sesuai arahan dari Pak Gubernur, bahwa warga dituntut untuk memilah dari sumber. Jadi bukan untuk nambah armada atau nambah kuota, tetapi warga harus bisa memilah sampah sendiri juga," tutur Harun.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Buntut Kasus Amsal Sitepu, Kajati Sumut Tunjuk Pelaksana Harian Kajari Karo
• 4 jam lalukompas.id
thumb
Siswa Sekolah Rakyat Doa Bersama untuk 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon
• 10 jam lalutvrinews.com
thumb
IHSG Rawan Tekanan Jual Asing, Pelaku Pasar Minta BEI Implementasi Aturan Bertahap
• 23 jam lalubisnis.com
thumb
Ratu Dewa Terapkan Wajib Naik Angkutan Umum bagi ASN Palembang
• 7 jam lalutvrinews.com
thumb
AJI: Cabut SK Menteri Komdigi No 127/2026, Buka Blokir Konten Magdalene
• 6 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.