PT Putra Mandiri Jembar Tbk (PMJS) mengamankan kontrak besar pengadaan kendaraan niaga melalui entitas anak usahanya, PT Dipo Internasional Pahala Otomotif (DIPO), dengan nilai mencapai Rp 10.835.600.000.000. Kontrak ini mencakup penyediaan 20.600 unit truk enam roda untuk PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) atau APN yang akan dibagikan ke Koperasi Desa Merah Putih.
Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), perjanjian pengadaan tersebut resmi efektif pada Senin (6/4) setelah seluruh prasyarat terpenuhi, termasuk penerbitan bank garansi dan pembayaran uang muka dari pihak APN Rp 2.840.400.000.000.
Direktur Utama PMJS Ie Putra menjelaskan pengadaan puluhan ribuan unit truk dilakukan melalui sejumlah perjanjian yang saling terkait, mulai dari kontrak induk hingga kontrak turunan dan addendum.
"Dalam Kontrak Pengadaan, DIPO sebagai dealer resmi yang ditunjuk oleh PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors berdasarkan Kontrak Induk, akan melaksanakan penyediaan unit kendaraan sesuai dengan spesifikasi yang disepakati, serta memberikan dukungan layanan purna jual kepada APN guna mendukung operasional dan keberlanjutan program pengadaan kendaraan tersebut," kata Ie Putra dalam keterangannya dikutip Selasa (7/4).
Nilai kontrak yang mencapai Rp 10,83 triliun memberikan dampak signifikan terhadap kinerja perseroan. Ie menyebut, kontrak akan meningkatkan aktivitas operasional DIPO sekaligus mendorong pertumbuhan pendapatan, yang pada akhirnya memperkuat kondisi keuangan PMJS secara keseluruhan.
PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) merupakan perusahaan distributor atau Agen Pemegang Merek/APM) resmi kendaraan niaga Mitsubishi Fuso di Indonesia. Truk Fuso dirakit di pabrik perakitan yang dikelola PT Krama Yudha Ratu Motor di Pulogadung.
Sementara DIPO Group yang didirikan 1960-an merupakan dealer resmi kendaraan bermotor roda empat untuk merek Mitsubishi dan Mercedes-Benz di Indonesia.
Untuk memperkuat struktur bisnis, PJMS didirikan pada tahun 2003 sebagai perusahaan induk yang menaungi berbagai entitas usaha di sektor otomotif.
Ekspansi bisnis terus dilakukan secara bertahap. Pada 2012, DIPO Group mendirikan PT Global Pahala Rental yang bergerak di bidang penyewaan kendaraan (business to business). Selanjutnya, pada 2019, grup memperluas portofolio dengan menghadirkan merek Nissan dan Datsun melalui PT Dipo Pahala Otomotif, serta mengakuisisi platform e-commerce kendaraan Mobilku.com melalui PT Mobilku Dotcom Sejahtera.
Memasuki 2020, DIPO Group kembali memperkuat ekosistem bisnisnya dengan mendirikan PT Suku Cadang Oto Sejahtera bersama Mitsubishi Corporation untuk perdagangan suku cadang, serta PT Mokas Otomotif Sejahtera yang berfokus pada penjualan kendaraan bekas.
Saat ini, DIPO Group telah memiliki jaringan yang luas, mencakup 65 showroom dealer Mitsubishi, satu showroom Mercedes-Benz, serta satu showroom Nissan dan Datsun yang tersebar di 49 kota dan 14 provinsi di Indonesia, meliputi wilayah Sumatera, Jakarta, Jawa, dan Kalimantan.
Dirilisnya kontrak ini membuat saham PMJS langsung melesat. Pada pukul 10:39, sahamnya naik 18 poin (16,07 persen) ke 130. Kapitalisasi pasar mencapai Rp 1,79 triliun.





