Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Sulselbar membukukan laba bersih tahun berjalan senilai Rp571,10 miliar sepanjang 2025, setelah pada tahun sebelumnya membukukan laba sebesar Rp657,66 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan di Harian Bisnis Indonesia, pendapatan laba perseroan didorong oleh pendapatan bunga yang sebesar Rp2,69 triliun. Pada saat yang sama, beban bunga perseroan tercatat sebesar Rp1,05 triliun.
Dengan demikian, perseroan membukukan pendapatan bunga bersih senilai Rp1,64 triliun pada 2025, meningkat 2,99% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp1,59 triliun.
Selain pendapatan bunga bersih, raihan laba bersih turut ditopang oleh pendapatan lainnya yang meningkat 14,80% YoY dari Rp151,82 miliar pada 2024 menjadi Rp174,29 miliar hingga akhir 2025.
Kendati demikian, beban operasional lainnya tercatat menanjak. Hingga akhir 2025, beban operasional lainnya Bank Sulselbar meningkat 10,55% YoY menjadi Rp884,98 miliar dari 2024 yang sebesar Rp800,52 miliar. Salah satu komponen beban operasional yang membengkak yakni impairment yang menanjak 14,18% YoY menjadi Rp299,46 miliar.
Adapun laba operasional Bank Sulselbar tercatat mencapai Rp755,17 miliar pada periode yang sama. Sementara itu, perseroan membukukan laba non operasional senilai Rp12,29 miliar hingga akhir 2025.
Baca Juga
- Bank Sulselbar Raih Penghargaan Top Digital Corporate Brand Award 2026
- Laba Bersih Bank Sulselbar Rp248,90 Miliar pada Semester I/2025
- Bank Sulselbar Raih Penghargaan Bisnis Indonesia Awards 2025
Dari sisi intermediasi, Bank Sulselbar membukukan penyaluran kredit senilai Rp21,58 triliun sepanjang 2025. Aset perseroan tercatat tumbuh 2,32% YoY menjadi Rp33,26 triliun, dari 2024 yang sebesar Rp32,50 triliun.
Pada saat yang sama, total Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Sulselbar mengalami pertumbuhan sebesar 15,65% YoY, dari 2024 sebesar Rp19,11 triliun menjadi Rp22,10 triliun pada 2026. DPK yang menanjak pada periode ini utamanya didorong oleh pertumbuhan simpanan giro sebesar 76,12% YoY dari 2024 yang sebesar Rp2,72 triliun menjadi Rp4,79 triliun pada 2025.
Melihat indikator keuangan, rasio kewajiban penyediaan modal minimum (KPMM) Bank Sulselbar sebesar 29,23%. Untuk kualitas kredit, NPL gross perseroan tercatat 2,86% dan NPL net 1,01%.





