Relawan Prabowo: Kritik Boleh Namun Tetap Bertanggung Jawab

rctiplus.com
6 jam lalu
Cover Berita
Relawan Prabowo: Kritik Boleh Namun Tetap Bertanggung JawabNasional | okezone | Selasa, 7 April 2026 - 12:05Dengarkan Berita

JAKARTA — Pernyataan Pengamat Politik Saiful Mujani yang mengkritik pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mendapat sorotan di masyarakat.

Ketua Umum Pasukan Bawah Tanah Prabowo (Pasbata) David Febrian menyebut, pernyataan Saiful Mujani dinilai tidak lagi sebatas kritik, melainkan mengarah pada upaya delegitimasi terhadap pemerintahan yang sah.

David menyinggung pernyataan yang beredar di ruang publik, termasuk yang dikaitkan dengan pengamat seperti Saiful Mujani dan Islah Bahrawi.

“Pola komunikasi yang dibangun telah melewati batas kewajaran kritik dan cenderung mendorong opini publik untuk meragukan legitimasi negara,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).

“Kalau kritik itu berbasis data dan solusi, itu sehat. Tapi kalau yang dibangun adalah narasi seolah pemerintah tidak bekerja, seolah rakyat diabaikan, itu bukan lagi kritik,”lanjutnya.

David bahkan menyebut pendekatan tersebut sebagai cara-cara yang tidak bertanggung jawab dan berpotensi merusak tatanan demokrasi.

Baca Juga:4 Kombes Digeser ke Baintelkam Polri setelah Mutasi Februari 2026

“Ini Ingin menjatuhkan kepercayaan publik tanpa berhadapan secara terbuka melalui mekanisme demokrasi,” ujarnya.

David menegaskan, bahwa berbagai program prioritas pemerintah, seperti makan bergizi gratis (MBG) dan penguatan pendidikan melalui sekolah rakyat, merupakan bukti konkret kerja negara yang tidak bisa diabaikan begitu saja dalam narasi publik.

“Program nyata ada, kerja nyata berjalan. Tapi itu sengaja tidak dibahas. Yang diangkat justru narasi negatif. Ini tidak objektif,” ujarnya.

 

“Kita melihat ada pola. Serangan ini masif, berulang, dan terarah. Publik tidak boleh lengah membaca situasi ini,” lanjutnya.

Di tengah meningkatnya tensi global, ia mengingatkan bahwa bangsa Indonesia tidak boleh terpecah oleh narasi yang memperkeruh keadaan.

“Negara ini rumah kita bersama. Jangan biarkan kepentingan tertentu memecah belah kita dari dalam,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap bersatu dan tidak mudah terprovokasi oleh opini yang menyesatkan.

Baca Juga:Negara Mulai Batasi Akses Digital Anak, Sri Gusni: Langkah Preventif Lindungi Generasi Muda

“Kritik itu perlu, tapi harus bertanggung jawab. Jangan adu domba. Rakyat yang paling dirugikan. Buktikan kapasitas dan gagasan. Jangan merusak kepercayaan publik dengan cara-cara yang tidak bermartabat,” pungkasnya.

#nasional

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ruben Onsu dan Betrand Peto Dikabarkan akan Pindah ke Belanda
• 13 menit lalumediaindonesia.com
thumb
Pertamina Apresiasi Ketegasan Operator SPBU Mamuju dalam Menjaga Penyaluran BBM Subsidi
• 1 jam laluterkini.id
thumb
Bukan Hanya Vokal, Ardhito Pramono Sebut Industri Musik Kini Butuh Karakter yang Kuat dan Storytelling
• 8 jam lalugrid.id
thumb
KLH dampingi 12 daerah di Sulsel dalam pengendalian perubahan iklim
• 7 jam laluantaranews.com
thumb
Said Abdullah Usul Pembelian LPG 3 Kg Pakai Sistem Biometrik Demi Subsidi Tepat Sasaran
• 9 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.