Trump Klaim Menang Perang dengan Iran, Bakal Tarik Biaya Tol di Selat Hormuz

katadata.co.id
8 jam lalu
Cover Berita

Presiden Amerika Serikat Donald J Trump berencana mengenakan biaya bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz. Dia merespons Iran yang menarik biaya tol sebagai salah satu kondisi perdamaian.

Trump menilai Amerika Serikat dapat mengenakan biaya tol di Selat Hormuz karena telah memenangkan perang dengan Iran. Menurutnya, salah satu faktor yang telah menjadikan Negeri Abang Sam pemenang dalam perang dengan Tanah Persia adalah kehancuran kekuatan militer Iran.

"Kenapa tidak? Kami adalah pemenang. Kekuatan militer mereka sudah kami kalahkan. Karena itu, kami memiliki konsep agar kami memungut biaya tol di Selat Hormuz," kata Trump dalam saluran resmi Gedung Putih, Selasa (7/4).

Trump menilai satu-satunya hal yang membuat Iran masih berhasil menutup Selat Hormuz adalah perang psikologi. Sebab, militer Tanah Persia masih mengancam meluncurkan ranjau air di saluran tersebut.

Parlemen Iran dikabarkan sedang menyusun draf undang-undang untuk mengenakan biaya pada kapal yang melintasi Selat Hormuz. Biaya tersebut akan dikenakan dengan dasar keselamatan seluruh kapal yang melintas.

Dikutip dari Bloomberg, draf kebijakan tersebut akan terbit pekan depan. Seorang legislator Iran menyebutkan aturan tersebut akan mengukuhkan kedaulatan negaranya atas Selat Hormuz.

"Kami sedang membuat proposal agar kedaulatan, kontrol, dan pengawasan Iran atas Selat Hormuz secara formal diakui hukum melalui pemungutan biaya yang akhirnya dapat menjadi pemasukan negara," kata legislator tersebut seperti dilansir dalam Bloomberg, Kamis (26/3).

Selain itu, pemerintah Iran dalam berbagai kesempatan menyatakan hanya bersedia menghentikan serangan balasan dengan sejumlah syarat, seperti berikut:

1. Tutup pangkalan militer AS di Kawasan Teluk
2. Cabut seluruh sanksi ekonomi
3. Akui kontrol Iran di Selat Hormuz
4. Tolak pembatasan program rudal
5. Hentikan operasi Israel terhadap sekutu Iran

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan pihaknya tidak menutup sepenuhnya Selat Hormuz. Pembatasan hanya berlaku bagi kapal milik Amerika Serikat, Israel, dan negara-negara sekutu mereka.

“Selat Hormuz terbuka. Selat itu hanya ditutup untuk kapal tanker dan kapal milik musuh-musuh kami: mereka yang menyerang kami dan sekutunya. Yang lain bebas melintas,” kata Araghchi dalam wawancara dengan penyiar MS Now pada Sabtu (14/3).

Araghchi juga menilai kekhawatiran sejumlah negara mengenai keselamatan pelayaran di kawasan tersebut “tidak ada kaitannya” dengan Iran. Menurut dia, kapal dari negara lain masih dapat melintasi jalur tersebut, meski sebagian operator memilih menunda pelayaran karena risiko keamanan.

Ketegangan di jalur laut strategis itu meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, yang kemudian dibalas Teheran dengan serangan terhadap wilayah Israel serta pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah. Perang tersebut memicu gangguan besar terhadap aktivitas pelayaran di kawasan Teluk.

Namun Iran menyatakan akan menutup sepenuhnya Selat Hormuz jika Amerika Serikat menyerang pembangkit listriknya. Teheran juga menyatakan bakal melancarkan serangan balasan terhadap infrastruktur energi dan air di Timur Tengah.

Ancaman itu disampaikan Iran setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan menyerang pembangkit listrik negara itu, jika Teheran tidak membuka Selat Hormuz.

"Infrastruktur penting dan fasilitas energi di kawasan ini dapat hancur secara permanen jika pembangkit listrik Iran menjadi sasaran," demikian cuitan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf di X pada Minggu (22/3) dikutip dari Al Jazeera, Senin (23/3).

“Segera setelah pembangkit listrik dan infrastruktur di negara kita menjadi sasaran, infrastruktur vital serta infrastruktur energi dan minyak di seluruh wilayah akan dianggap sebagai sasaran yang sah dan akan dihancurkan secara permanen,” Ghalibaf menambahkan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK Butuh Keterangan Bos Rokok HS di Kasus Korupsi Bea Cukai, Ini Alasannya
• 8 jam laluliputan6.com
thumb
Perjalanan Brian Ardianto di MasterChef Indonesia, Food Stylist yang Meninggal Dunia di Usia 34 Tahun
• 12 jam laluviva.co.id
thumb
Tiket Presale Avenged Sevenfold Ludes dalam Waktu Singkat
• 10 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Aturan Baru Berlaku di Depok-Bekasi, Bayar Pajak Kendaraan Kini Cukup STNK
• 9 jam lalukompas.com
thumb
Heboh Billboard ‘Aku Harus Mati’, PH: Kami Khilaf Soal Sensitivitas Publik
• 7 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.