Pemerintah Negara Bagian Selangor, Malaysia merespons dampak konflik di Timur Tengah dengan menerapkan Bekerja dari Rumah atau Work From Home (WFH) bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) mulai 15 April 2026 mendatang.
Mengutip laporan dari kantor berita Bernama, Menteri Besar Selangor, Datuk Seri Amirudin Shari, memaparkan bahwa skema WFH ini akan diterapkan selama tiga hari dalam sepekan, yakni pada hari Selasa hingga Kamis.
"Langkah strategis ini diambil untuk menekan angka konsumsi bahan bakar minyak (BBM), mengurai kemacetan lalu lintas, sekaligus menjaga atau bahkan meningkatkan produktivitas pelayanan publik. Kebijakan ini akan kami tinjau setiap bulannya untuk menilai efektivitas dan tingkat urgensinya," kata Amirudin.
Seiring dengan kebijakan operasional baru tersebut, Amirudin menginstruksikan agar jajaran Pemerintah Negara Bagian Selangor mulai beroperasi dalam "mode krisis".
Guna mengoptimalkan efisiensi anggaran, seluruh perjalanan dinas luar negeri bagi para pejabat dan staf di semua departemen resmi dihentikan sementara.
Pengecualian keberangkatan ke luar negeri hanya akan diberikan untuk misi krusial yang berkaitan langsung dengan promosi investasi dan daya tarik pariwisata mancanegara ke Selangor.
"Di tingkat pemerintahan negara bagian, setiap departemen diwajibkan untuk segera menyelaraskan berbagai upaya dan program kerja. Kita beroperasi dalam mode krisis untuk memastikan roda ekonomi lokal, industri pendukung, serta lapangan kerja bagi masyarakat Selangor tetap tangguh dan bertahan," tegasnya.
Pemerintah Selangor tidak hanya membatasi kebijakan ini pada sektor publik Menteri Besar Selangor mendorong perusahaan-perusahaan di sektor swasta untuk turut mengadopsi langkah serupa sesuai dengan kapasitas masing-masing.
Ia memastikan bahwa pemerintah negara bagian siap memfasilitasi dan mendukung proses adaptasi teknologi digital guna menunjang ekosistem kerja jarak jauh.
Sebagai bentuk mitigasi ekonomi jangka panjang yang lebih komprehensif, Pemerintah Negara Bagian Selangor juga berencana mengambil dua langkah taktis tambahan:
Revisi Anggaran 2026, Melakukan peninjauan ulang terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Bagian tahun 2026 agar lebih relevan dengan kondisi perekonomian terkini.
Pembentukan Satgas Khusus: Membentuk Satuan Tugas Khusus Krisis Energi Selangor (Selangor Energy Crisis Special Task Force).
Satgas khusus tersebut nantinya akan memikul tanggung jawab besar untuk merumuskan solusi atas beban biaya hidup masyarakat, menyalurkan bantuan bagi warga yang terdampak inflasi, menjaga stabilitas sektor industri, serta mempercepat peluang transisi ke energi alternatif dan terbarukan di wilayah Selangor.





