Bisnis.com, JAKARTA — PT Indonesia AirAsia menghadapi tekanan serius terhadap biaya operasional, meski pemerintah telah memberikan sejumlah stimulus berupa pembebasan PPN dan bea masuk suku cadang pesawat.
Plt. Direktur Utama Indonesia AirAsia Achmad Sadikin mengatakan kebijakan pembebasan PPN memberikan ruang yang lebih luas bagi maskapai untuk mempertahankan keberlangsungan operasional.
Meski demikian, menurutnya industri penerbangan masih menghadapi tekanan biaya yang signifikan, terutama akibat kenaikan harga avtur dan komponen operasional lainnya—sekalipun penyesuaian fuel surcharge hingga 38%.
“Upaya tersebut belum sepenuhnya mampu mengimbangi tekanan biaya yang ada,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip pada Selasa (7/4/2026).
Oleh karena itu, rasionalisasi kapasitas dan penyesuaian operasional secara bertahap tetap diperlukan, khususnya pada rute-rute dengan margin terbatas, guna memastikan keberlanjutan layanan serta menjaga stabilitas operasional maskapai.
Dengan kata lain, AirAsia melakukan penyesuaian jadwal di beberapa rute dan tetap memastikan layanan terus terjaga.
Baca Juga
- Rapor Merah Dua Emiten Maskapai, Garuda Indonesia (GIAA) & Air Asia (CMPP)
- Air Asia Angkut 294.000 Penumpang ke Labuan Bajo
- Air Asia Siap Layani Rute Penerbangan Palembang-Kuala Lumpur Mulai September 2025
“Kami memahami ketidaknyamanan yang dirasakan penumpang dan menyampaikan permohonan maaf atas situasi ini. Kami berupaya semaksimal mungkin untuk memastikan setiap penumpang tetap mendapatkan opsi penanganan yang sesuai,” ujarnya.
Sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen kepada pelanggan yang terdampak, Indonesia AirAsia telah menerapkan Service Recovery Options (SRO) bagi penumpang terdampak.
Meliputi perubahan jadwal tanpa biaya (free reschedule) dalam periode 30 hari untuk setu kali perubahan, pemberian credit account melalui AirAsia MOVE yang dapat digunakan untuk transaksi selanjutnya, serta pengembalian dana secara penuh (full refund).
Ke depan, pihaknya akan terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan layanan penerbangan tetap berjalan dengan baik serta memberikan kenyamanan bagi seluruh penumpang.
Penyesuaian jadwal ini terpantau telah terjadi sejak awal April. Para calon penumpang AirAsia mengeluhkan rerouting maupun pembatalan, sementara penumpang lainnya pun mulai khawatir penerbangan yang telah dipesan akan terjadi pembatalan di kemudian hari.
Berdasarkan pantauan di media sosial X, pembatalan terjadi pada penerbangan dalam negeri maupun luar negeri.
Misalnya, akun @realashyaa membagikan informasi mengenai pembatalan penerbangan dari Banjarmasin ke Denpasar. Penumpang lainnya pun mengeluhkan pembatalan dan kesulitan dalam mengajukan pengembalian dana maupun pengaturan ulang jadwal.
“Dapet SMS flight aku QZ330 di Cancel! (Direct 19 Mei SUB-DMK 13:30 --> 17.30 tiba) diganti malem + TRANSIT KL! Aku cek email & app tiket.com belum ada update apapun dari #airasia Gimana sih? Aku butuh kejelasannya, wasting time bgt loh ini! @airasia_indo @airasia,” keluhnya akun @hereby_v.
“Kemaren perjalanan ke Malaysia-ku juga kena. Diubah maju dari jam 18.50 WIB ke 01.50 WIB. Untung bisa minta ganti ke penerbangan laen. Trus pas cek-in nanya sama Mbak-nya. Dia bilang untuk sementara hindari penerbangan yang QZ kalo mau pake AirAsia,” tulis @sir_amirsyarif.





