EtIndonesia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Sabtu (4 April) menyatakan di platform Truth Social bahwa dalam serangan besar-besaran terhadap ibu kota Iran, Tehran, banyak pemimpin militer Iran telah tewas.
Dalam unggahannya, Trump mengatakan: “Banyak pemimpin militer Iran selama ini salah dalam komando dan bertindak bodoh. Mereka telah diakhiri dalam serangan besar-besaran terhadap Teheran ini, dan masih ada banyak kerugian besar lainnya!”
Unggahan tersebut juga disertai video ledakan di langit malam, namun tidak menjelaskan waktu pasti terjadinya operasi tersebut.
Latar Belakang SeranganSebelumnya, Iran dilaporkan menembak jatuh pesawat tempur F-15 milik AS dan mengenai pesawat A-10 dengan rudal. Sebagai respons, militer AS segera mengerahkan helikopter Black Hawk dan pesawat penyelamat HC-130J.
Amerika Serikat dan Israel kemudian melancarkan serangan udara besar-besaran pada malam hari, menargetkan Teheran serta beberapa kota lainnya. Target yang diserang meliputi:
- Pembangkit listrik tenaga nuklir
- Pabrik semen
- Pusat petrokimia
- Pos perdagangan perbatasan
Sebelumnya, Trump juga mengeluarkan ultimatum kepada Iran agar membuka Strait of Hormuz dalam waktu 48 jam, jika tidak maka Iran akan menghadapi “konsekuensi seperti neraka”.
Pihak Iran merespons dengan ancaman akan membalas dengan “neraka”, namun belum memberikan konfirmasi resmi terkait korban di kalangan pemimpin militernya.
Reporter NTD Television, Xu Zhe dan Wang Yanqiao melaporkan.





