GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung meminta Inspektorat DKI untuk mendalami dugaan manipulasi konten berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di aplikasi JAKI yang sempat viral terkait laporan parkir liar di Kalisari, Jakarta.
Pramono menegaskan, proses pemeriksaan dilakukan menyeluruh terhadap seluruh pihak terkait, mulai dari lurah, petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), hingga jajaran Suku Dinas (Sudin).
“Sekarang ini Inspektorat sedang melakukan pendalaman, baik itu kepada lurah di Kalisari, kemudian PPSU-nya, kemudian Sudin-nya. Semuanya nanti pada saatnya pasti akan ketahuan,” ujarnya di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (7/7).
Baca juga : Pramono Anung Minta Pendatang ke Jakarta Usai Lebaran Punya Skill dan Persiapan
Ia menekankan, penelusuran tidak boleh berhenti pada pihak lapangan semata. Pramono secara tegas meminta agar pihak yang bertanggung jawab atas pembuatan dan penyebaran konten tersebut benar-benar diungkap.
“Kalau kemudian menyalahkan ke PPSU juga enggak bisa. PPSU-nya pasti bukan orang yang melakukan atau memanipulasi AI-nya,” katanya.
Menurut dia, fokus utama saat ini adalah mengidentifikasi aktor di balik pembuatan dan penyebaran konten berbasis AI tersebut.
Baca juga : Pramono Sebut Pembersihan Monorel di Rasuna Said Kuningan Mulai Januari 2026
“Yang saya minta didalami, dicari siapa yang melakukan AI-nya itu, kemudian yang meng-upload-nya,” tegasnya.
Meski lurah setempat telah menyampaikan permohonan maaf, Pramono memastikan proses pendalaman tetap berjalan.
“Walaupun Ibu Lurahnya sudah minta maaf, saya tetap minta Inspektorat mendalami hal ini,” tandasnya.
Langkah ini, kata Pramono, menjadi bagian dari komitmen Pemprov DKI dalam menjaga integritas aparatur serta memastikan penggunaan teknologi, termasuk AI, tidak disalahgunakan di lingkungan pemerintahan. (H-4)





