JAKARTA, KOMPAS.com – Lift di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) depan Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (ISIIP), tepatnya di area Flyover Tapal Kuda, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, tidak berfungsi karena beberapa bagian suku cadang atau spare part mengalami kerusakan.
Menanggapi hal tersebut, Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan memastikan bahwa penggantian spare part untuk perbaikan lift sedang dalam proses pemesanan.
Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinarwenny, menjelaskan bahwa pihaknya telah memantau langsung kondisi JPO tersebut.
Baca juga: Membongkar Foto AI di Laporan Jaki...
“Sementara lift di JPO Lenteng Agung tidak dapat beroperasi dikarenakan ada bagian (spare part) yang mengalami kerusakan dan butuh penggantian,” ujar Wenny saat dihubungi Kompas.com, Senin (6/4/2026).
Menurut Wenny, pengadaan spare part lift yang rusak tersebut saat ini tengah dalam proses pemesanan.
Perbaikan akan dilakukan segera setelah spare part tersedia. Ia menekankan pentingnya aksesibilitas bagi seluruh pengguna, terutama lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas, dan pengguna kursi roda.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan mengapresiasi partisipasi masyarakat terhadap kondisi fasilitas umum, khususnya infrastruktur kebinamargaan,” tutur Wenny.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Bina Marga sebelumnya telah membangun JPO ini sebagai bagian dari proyek penataan U-Turn Lenteng Agung pada 2021.
JPO tersebut memiliki panjang sekitar 65 meter dengan lebar dua meter dan dilengkapi dua unit lift yang saling berhadapan untuk memudahkan pejalan kaki menyeberang.
Akses tangga di setiap ujung JPO terdiri dari total 62 anak tangga, dengan dua titik jeda yang cukup tinggi sehingga membutuhkan tenaga ekstra bagi pengguna.
Kondisi lift dan JPO di lapanganPengamatan Kompas.com di lokasi menunjukkan lift di sisi jalur dari arah Stasiun Lenteng Agung menuju Stasiun Tanjung Barat tertutup dan ditempeli kertas pemberitahuan bertuliskan lift sedang dalam perbaikan.
Sementara itu, lift di sisi seberangnya dari arah Tanjung Barat menuju Lenteng Agung masih dapat digunakan.
Baca juga: Awalnya Bukan TPS, Warga Ungkap Penyebab Sampah Menumpuk di Kalibaru
Mayoritas pengguna JPO ini adalah mahasiswa, siswa, dan warga setempat. Dengan tidak berfungsinya salah satu lift, kelompok rentan terpaksa mengandalkan tangga untuk naik dan turun, yang berdampak pada kenyamanan dan aksesibilitas fasilitas publik.
Saat mencoba naik tangga JPO tersebut untuk merasakan kondisi langsung, keringat bercucuran dan napas tersedak menjadi teman sepanjang perjalanan.
Tangga itu memiliki dua titik jeda, yakni anak tangga ke-16 dan ke-48, sebelum mencapai anak tangga paling atas. Rasanya melelahkan, terutama bagi lansia atau orang yang membawa barang.





