HARIAN FAJAR, MAKASSAR – Banyak pria menganggap penurunan performa seksual hanyalah faktor usia atau kurangnya hormon testosteron. Namun, penelitian terbaru dari The Endocrine Society mengungkapkan fakta mengejutkan: kenaikan gula darah yang “sedikit saja” di atas normal ternyata sudah cukup untuk merusak kejantanan.
Penelitian jangka panjang yang dipresentasikan pada pertemuan tahunan ENDO 2025 di San Francisco ini menunjukkan bahwa perubahan metabolisme, terutama kadar gula darah, memiliki pengaruh lebih besar terhadap kesehatan seksual dibandingkan faktor usia itu sendiri.
Sperma Jadi “Malas” Berenang
Studi selama enam tahun terhadap pria sehat berusia 18-85 tahun ini menemukan bahwa kadar gula darah yang mulai merangkak naik—meskipun belum masuk kategori diabetes (di bawah ambang batas HbA1c 6,5%)—sudah bisa merusak kualitas sperma.
Temuan utama menunjukkan adanya penurunan drastis pada mobilitas atau pergerakan sperma. Hal ini menjadi peringatan bagi pria yang ingin menjaga kesuburan, karena sperma yang “malas” bergerak akan sulit membuahi sel telur.
Gangguan Ereksi dan Vitalitas
Selain kualitas sperma, fungsi ereksi juga terancam oleh kenaikan gula darah yang halus ini. Menariknya, penelitian ini mengungkap bahwa kadar testosteron ternyata lebih memengaruhi gairah (libido), namun gula darahlah yang menjadi penentu utama apakah fungsi fisik (ereksi) berjalan normal atau tidak.
“Riset kami menunjukkan bahwa perubahan ini berkorelasi erat dengan peningkatan moderat pada gula darah. Artinya, pria sebenarnya punya kekuatan untuk menjaga kesehatan reproduksi mereka melalui pilihan gaya hidup,” ujar Michael Zitzmann, M.D., Ph.D., profesor dari University Hospital di Muenster, Jerman.
Masih Bisa Diperbaiki
Meskipun hasil penelitian ini terdengar mengkhawatirkan, para ahli menekankan bahwa penurunan vitalitas ini bukanlah harga mati. Karena pemicu utamanya adalah masalah metabolisme, ada langkah nyata yang bisa dilakukan pria untuk “menolak tua” di ranjang:
- Jaga Pola Makan: Hindari lonjakan gula darah dengan mengurangi konsumsi karbohidrat olahan dan gula tambahan.
- Olahraga Rutin: Aktivitas fisik membantu tubuh mengolah gula darah dengan lebih efisien.
- Cek Medis Berkala: Jangan tunggu gejala diabetes muncul. Lakukan tes HbA1c secara rutin untuk memantau kondisi metabolisme Anda.
“Kita sekarang tahu bahwa mempertahankan kesejahteraan seksual dan reproduksi pria adalah hal yang mungkin dilakukan, bahkan seiring bertambahnya usia,” tambah Zitzmann, dilansir dari Science Daily.
Penemuan ini menjadi angin segar bagi dunia medis dan para pria untuk lebih peduli pada apa yang mereka konsumsi sehari-hari demi menjaga kualitas hidup dan keharmonisan rumah tangga. (*Nin)
Sumber: The Endocrine Society / ScienceDaily (2025/2026)





