Kronologi Warga Jakarta Lapor Soal Parkir Liar yang Dibalas Pakai Foto AI, Pramono Anung sampai Murka dan Lakukan ini

grid.id
6 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Warga Jakarta lapor soal parkir liar yang dibalas pakai foto AI. Pramono Anung sampai murka dan lakukan ini.

Laporan parkir liar yang diajukan warga melalui aplikasi Jakarta Kini (JAKI) seharusnya menjadi jalan keluar atas masalah di lingkungan. Namun di Kalisari, alurnya justru berbelok, ketika tindak lanjut yang diterima bukan penanganan nyata, melainkan diduga berupa rekayasa foto berbasis artificial intelligence (AI).

Berikut kronologi warga Jakarta lapor soal parkir liar yang dibalas pakai foto AI. Pramono Anung sampai murka dan lakukan ini.

Kisah ini mencuat dari unggahan akun Threads @seinsh yang membagikan pengalamannya dalam menangani persoalan parkir liar yang tak kunjung tuntas, meski telah dilaporkan ke berbagai pihak.

“Ngurus masalah parkir liar di jalan kelurahan itu gimana ya? Warga protes langsung ke pelaku tidak berhasil, udah lapor ke tingkat kelurahan tidak selesai, coba lapor lewat JAKI malah dikasih bukti palsu hasil edit AI,” tulisnya.

Alih-alih memperoleh solusi nyata di lapangan, pelapor justru menerima dokumentasi yang diragukan keasliannya. Hal ini pun memicu perhatian publik sekaligus memperluas sorotan terhadap sistem pelaporan tersebut.

Menanggapi polemik yang terlanjur viral, pemerintah setempat akhirnya memberikan respons dengan menjatuhkan sanksi kepada petugas terkait. Lurah Kalisari, Siti Nurhasanah, memastikan bahwa petugas PPSU yang mengunggah foto tindak lanjut tersebut telah dikenai sanksi berupa peringatan pertama (SP1).

“Petugas yang bersangkutan telah diberikan SP1 dan membuat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya,” ujar Siti dalam keterangan resmi, dikutip dari Kompas.com.

Permintaan maaf turut disampaikan sebagai bentuk pertanggungjawaban atas peristiwa yang sempat menimbulkan kehebohan di ruang publik.

Teguran dari Gubernur

Perhatian terhadap kasus ini tidak hanya berhenti di tingkat kelurahan. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, juga memberikan tanggapan dan menekankan pentingnya integritas serta kejujuran dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

 

“Lebih baik misalnyalah, belum selesai ya belum selesai aja daripada kemudian dilakukannya dengan AI yang notabene itu membohongi,” ucap Pramono.

Ia juga meminta Inspektorat untuk memeriksa pihak-pihak yang terkait dalam dugaan manipulasi tersebut.

“Saya sudah meminta kepada Inspektorat untuk memeriksa apakah itu lurahnya, Lurah di Kalisari maupun Kasudin-nya,” kata dia.

Pramono menegaskan bahwa praktik manipulasi tidak bisa dibenarkan karena merusak prinsip keterbukaan dalam pemerintahan.

Kondisi lokasi kini berubah

Di tengah polemik yang mencuat, situasi di lapangan justru telah mengalami perubahan. Kendaraan yang sebelumnya dilaporkan parkir sembarangan di kawasan Kalisari kini sudah tidak terlihat lagi.

Kepala Satuan Pelaksana Perhubungan Kecamatan Pasar Rebo, Basuki, menyampaikan bahwa empat mobil yang sebelumnya dilaporkan telah dipindahkan oleh masing-masing pemiliknya.

“Awalnya empat mobil yang parkir liar itu akan kita derek. Namun, ketika sampai di lokasi, mobil sudah tidak ada lagi dan kondisi lokasi sudah steril,” kata Basuki.

Dua mobil dipindahkan ke dalam garasi oleh pemilik bengkel, sementara dua lainnya dipindahkan ke lokasi lain oleh pemilik kendaraan.

Kasus laporan parkir liar di aplikasi Jakarta Kini (JAKI) yang diduga menggunakan rekayasa kecerdasan buatan (AI) memicu kemarahan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Sebagai pimpinan tertinggi di DKI Jakarta, ia meminta jajarannya untuk menyelidiki pejabat Pemerintah Kota Jakarta Timur terkait dugaan manipulasi dalam laporan tersebut.

“Saya sudah meminta kepada Inspektorat untuk memeriksa apakah itu lurahnya, Lurah di Kalisari maupun Kasudin-nya,” tegas Pramono Anung, dikutip dari TribunVideo.com. (*)

 

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menkomdigi Tegaskan WFH Bukan Libur Tambahan, Tak Boleh Ganggu Pelayanan Publik
• 16 jam laluidxchannel.com
thumb
Arteta Minta Para Penggawa Arsenal Ubah Kekecewaan Jadi Senjata Hadapi Sporting di Liga Champions
• 2 jam lalurepublika.co.id
thumb
Isu Jatuhkan Pemerintah Disorot, Dinilai Bisa Picu Instabilitas Nasional
• 18 jam lalueranasional.com
thumb
Tekanan dari Berbagai Arah, Risiko Inflasi Pangan Menguat
• 10 jam lalubisnis.com
thumb
Wamen Fajar Dorong Lulusan SMK Naik Kelas Jadi Talenta Global
• 8 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.