REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Delegasi dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) untuk misi pelayaran akbar Global Sumud Flotilla (GSF) 2026 mulai diberangkatkan. Pada Senin (6/4/2026) relawan sekaligus aktivis Wanda Hamidah mulai diberangkatkan untuk konvoi laut menembus blokade Gaza itu. Wanda dikabarkan akan ikut kembali berlayar melalui Barcelona, Spanyol.
Anggota Dewan Pengarah GPCI, Irvan Nugraha kepada Republika menjelaskan, sebelum tiba di Spanyol, Wanda akan singgah di Brussel, Belgia. “Mbak Wanda Hamidah sudah berangkat,” ujar Irvan yang merupakan Direktur Utama Rumah Zakat itu, Selasa (7/4/2026). GPCI mempercayai Wanda ambil peran menjadi wakil Indonesia dalam konfrensi internasional Global Sumud Parlemen. Selain Wanda, akademisi hukum Ferri Amsari juga dipercaya GPCI untuk turut ke Brussel.
- GPCI Surati Presiden Minta Perlindungan Misi Menembus Gaza
- Kembali Coba Tembus Gaza, GPCI Berharap Restu dan Perlindungan Pemerintah
Konfrensi Global Sumud Parlemen di Brussel, merupakan pertemuan para ahli hukum internasional, dan para pegiat hak asasi manusia (HAM) dari seluruh dunia. Para pegiat tersebut akan membahas langkah-langkah hukum untuk memproteksi misi pelayaran Global Sumud Flotilla menembus Gaza tahun ini. Dalam pertemuan itu, juga akan membahas terkait situasi terbaru di Gaza, serta melakukan konsolidasi untuk langkah hukum internasional terkait penjajahan dan genosida Zionis Israel terhadap rakyat Palestina.
Irvan melanjutkan, setelah Wanda, kloter kedua keberangkatan para relawan dan aktivis dari GPCI akan dilakukan dalam pekan ini. “Yang menyusul keberangkatan selanjutnya, Bu Maimon Herawati, Muhammad Husein, Chiki Fawzi, dan Adhin,” kata Irvan. Maimon Herawati adalah Koordinator Dewan Pengarah GPCI yang sekaligus Direktur Smart 171. Adapun Chiki Fawzi merupakan relawan sekaligus influencer yang juga partisipan Indonesia Global Peace Convoy (IGPC) untuk GSF 2025 Tunisia.
.rec-desc {padding: 7px !important;}Pelayaran akbar GSF 2026 kali ini lebih masif dari gelaran serupa tahun lalu. Diperkirakan seribu aktivis dan relawan dari sekitar 100 negara akan ambil bagian dalam misi kemanusian menembus blokade Gaza tahun ini. Titik kumpul pelayaran terkonsentrasi di empat negara Eropa, yaitu Barcelona di Spanyol, Sisilia di Italia, Yunani, dan Istanbul di Turki. GSF 2026 juga mengambil jalur darat dengan konvoi kemanusian dari Libya sampai ke Mesir sebelum menuju ke perbatasan Raffah. Dari Indonesia, penulis Asma Nadia dikabarkan menjadi salah satu wakil GPCI untuk ambil bagian dalam konvoi darat tersebut.
Pelayaran awal GSF 2026 sudah dilakukan pada Sabtu (4/4/2026) kemarin. Sekitar 20 armada kemanusian gabungan dari Freedom Flotilla Coalition dan Thousand Madleens angkat jangkar serempak melalui Marseilles, Prancis. Seperti misi-misi GSF sebelumnya, pelayaran akbar menembus blokade Gaza ini, merupakan aksi sipil terbesar di dunia melalui jalur laut dan darat untuk membantu penghentian penjajahan dan genosida yang dilakukan Zionis Israel di Gaza, Palestina.
Misi kemanusian tersebut dilakukan tanpa kekerasan karena konvoi-konvoi tersebut membawa bantuan obat-obatan, makanan, dan air bersih, serta kebutuhan perempuan dan bayi untuk masyarakat di Gaza, yang hingga kini masih dalam blokade Zionis Israel. Misi GSF tahun lalu berakhir dengan aksi penculikan, dan penangkapan para peserta pelayaran oleh militer penjajahan Zionis Israel saat konvoi melintasi perairan internasional di Laut Mediterania sebelum tiba di bibir pantai Gaza.




