Masih Banyak yang Salah Kaprah! Ini Bedanya Sertifikasi Halal dan Syariah yang Jarang Dibahas

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat kini semakin berkembang, tak hanya soal nutrisi dan olahraga, tetapi juga menyentuh aspek etika dan nilai yang dianut. Di tengah tren ini, istilah “halal” dan “syariah” kerap digunakan, namun masih banyak yang menganggap keduanya memiliki arti yang sama.

Padahal, dalam praktiknya, sertifikasi halal dan syariah memiliki perbedaan mendasar—terutama ketika dikaitkan dengan produk kesehatan hingga model bisnis yang dijalankan. Lalu, apa bedanya? Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!

Baca Juga :
Sertifikasi Halal: Menebar Kebaikan, Menyejahterakan Umat, dan Menegakkan Kedaulatan, Sesuai Ayat Al Quran Ini
BPJPH Dorong Warteg hingga Warkop Urus Sertifikasi Halal: Semuanya Gratis!

Sertifikasi halal umumnya berkaitan dengan produk yang dikonsumsi, seperti makanan, minuman, kosmetik, hingga suplemen. Fokusnya adalah memastikan bahan dan proses produksi sesuai dengan ketentuan Islam. Sementara itu, sertifikasi syariah memiliki cakupan yang lebih luas, termasuk bagaimana sebuah bisnis dijalankan—mulai dari sistem pemasaran hingga transaksi yang digunakan.

Hal ini juga yang ditegaskan oleh Herbalife Indonesia, perusahaan di bidang kesehatan dan kebugaran, yang baru-baru ini menyoroti pentingnya Sertifikasi Penjualan Langsung Berjenjang Syariah (PLBS) dari Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI).

Menurut Direktur & General Manager Herbalife Indonesia, Oktrianto Wahyu Jatmiko, sertifikasi ini membawa dampak positif, khususnya dalam membangun kepercayaan.

“Kami melihat optimisme yang kuat di seluruh jaringan kami. PLBS memberikan arah yang lebih jelas bagi pertumbuhan di Indonesia, di mana konsumen sangat menghargai produk halal dan praktik bisnis yang etis,” ujar Oktrianto saat Halalbilahal & Media Gathering Herbalife di kawasan Jakarta Selatan, Selasa 7 April 2026. 

Dalam konteks gaya hidup, tren memilih produk halal kini juga diiringi dengan meningkatnya perhatian terhadap bagaimana produk tersebut dipasarkan dan didistribusikan. Sertifikasi syariah seperti PLBS memastikan bahwa seluruh proses bisnis berjalan sesuai prinsip Islam, termasuk bebas dari unsur ketidakpastian (gharar) dan spekulasi (maysir).

Dewan Pengawas Syariah Herbalife Indonesia, M Bukhori Muslim, menjelaskan bahwa pengawasan dilakukan secara berkala untuk menjaga kesesuaian tersebut.

“Sertifikasi PLBS menjawab berbagai kekhawatiran sebelumnya dan memperkuat kepercayaan. Distributor dapat mengembangkan bisnisnya dengan keyakinan dalam sistem yang adil, transparan, dan sesuai syariah,” ujar Bukhori.

Baca Juga :
Di Depan Pramono, BPJPH: Jakarta Paling Tertib soal Sertifikasi Halal
Mendagri Imbau Pemerintah Daerah Dukung UMKM Urus Sertifikasi Halal
Anindya Bakrie: Peru Bakal Belajar Pengembangan dan Sertifikasi Produk Halal dari RI

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Populasi Manusia telah Hidup di Luar Batas Planet
• 16 jam lalukompas.id
thumb
Buron High Profile Paling Dicari di Spanyol Ditangkap di Bandara Ngurah Rai Bali
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Tak Ikut TKA, Kemendikdasmen Siapkan Jadwal Susulan: 1,9 Juta Siswa Ikut Hari Pertama
• 4 jam laluharianfajar
thumb
Sempat Diragukan, Vinicius Junior Kini Kirim Sinyal Setia di Real Madrid
• 5 jam lalumedcom.id
thumb
Dari Makassar ke Bangkok, Vindy Ukir Prestasi Cemerlang
• 14 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.