KOMPAS.TV - Komando Pusat Militer Amerika Serikat atau United States Central Command (CENTCOM) merilis rekaman serangan terhadap target-target militer Iran.
Rekaman tersebut memperlihatkan kendaraan serta berbagai infrastruktur militer Iran hancur akibat ledakan besar.
Dalam pernyataannya, CENTCOM menyebut kekuatan militer Iran terus menurun, sementara Amerika Serikat tanpa henti menyerang aset dan infrastruktur militer negara tersebut.
Di sisi lain, Iran tetap menolak gencatan senjata sebagai bagian dari kesepakatan yang ditawarkan Amerika Serikat.
Iran beralasan bahwa Amerika Serikat telah melanggar kesepakatan gencatan senjata sebelumnya, meskipun telah disetujui oleh pihak Iran.
Teheran menginginkan perang berhenti secara permanen serta adanya kepastian keamanan di kawasan Teluk.
Iran juga menegaskan tidak akan membiarkan tenggat waktu yang diberikan Presiden AS, Donald Trump, sebelum melancarkan serangan besar-besaran menjadi ancaman bagi masyarakatnya.
Untuk membahas situasi menjelang batas waktu tersebut, akan dihadirkan pakar strategi Perhimpunan Purnawirawan Angkatan Udara, alumni US Air War College, Agung Sasongkojati, serta peneliti senior Indo-Pacific Strategic Intelligence, Fauzia Cempaka Timur.
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Baca Juga: Israel Rilis Rekaman saat Serang Unit Rudal Anti-Tank Hizbullah | BERUT
#ultimatumtrump #trump #iran #as #selathormuz
Penulis : Shinta-Milenia
Sumber : Kompas TV
- ultimatum trump
- as
- iran
- as serang iran
- selat hormuz
- trump





