JAKARTA, KOMPAS.com - Empat pekerja yang tewas di dalam tempat penampungan air gedung yang sedang dibangun di Jalan TB Simatupang, Jagakarsa, Jakarta Selatan, tak menggunakan alat pelindung diri (APD) saat jasadnya ditemukan polisi.
“Berdasarkan hasil olah TKP pertama dari anggota piket, pada saat kejadian di TKP para pekerja tersebut tidak menggunakan APD,” kata Kepala Unit Kriminal Khusus Satreskrim Polres Jakarta Selatan AKP Indra Darmawan kepada wartawan di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Selasa (7/4/2026).
Keempat pekerja berinisial YN (32), MW (62), TS (63), dan MF (19) itu diduga menghirup gas di dalam tempat penampungan air sampai akhirnya tewas. Tiga pekerja lain juga ikut menghirup gas yang sama sehingga menyebabkan sesak napas.
Baca juga: Viral Penumpang Tarik Topi Petugas KCI di Manggarai Saat Paksa Masuk KRL Penuh
Saat ini, polisi juga masih memeriksa kandungan air dalam penampungan air dan jenis gas yang dihasilkannya.
“Untuk hasilnya akan diinformasikan apabila sudah ada,” kata Indra.
Pemeriksaan tidak hanya dilakukan oleh pihak kepolisian. Dinas Ketenagakerjaan DKI Jakarta dan Kementerian Ketenagakerjaan juga turut menguji sampel air tersebut.
Proses penyelidikan masih berlangsung. Dua mandor telah diperiksa, dan selanjutnya pemilik gedung akan dimintai keterangan terkait perizinan bangunan pada Kamis (9/4/2026).
Sebelumnya diberitakan, empat pekerja proyek bangunan di Jalan TB Simatupang, Jagakarsa, Jakarta Selatan, tewas dalam kecelakaan kerja pada Jumat (3/4/2026) pagi.
Empat korban tewas masing-masing berinisial YN (32), MW (62), TS (63), dan MF (19).
Sementara itu, tiga pekerja lainnya diduga menghirup gas dari dalam penampungan air tersebut hingga mengalami sesak napas. Mereka adalah U (41), AJ (37), dan S (63).
Baca juga: Jalan Sekitar Mall Daan Mogot Rusak dan Gelap, Pemotor Sempat Kecelakaan
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Jakarta Selatan, AKBP Mohamad Iskandarsyah, membenarkan kejadian itu.
“Betul, ada penemuan mayat tadi siang. Sekarang masih diautopsi,” kata Iskandar kepada Kompas.com, Jumat.
Kapolsek Jagakarsa, AKP Nurma Dewi, menjelaskan bahwa insiden bermula ketika salah seorang pekerja mengalami kecelakaan dengan terjatuh ke dalam gelonteng atau penampungan air bersih saat membongkar penutupnya.
Salah satu rekannya yang berusaha memberikan pertolongan justru ikut terjatuh ke dalam lubang tersebut.
Situasi semakin memburuk ketika pekerja lain mencoba melakukan evakuasi secara bergantian.
Menurut keterangan salah satu saksi berinisial DPA, yang turut diperintahkan membantu evakuasi, kondisi di sekitar lubang penampungan terasa tidak normal.
“Pada saat evakuasi korban, saksi merasakan panas dan pengap di sekitar gelonteng,” ujar Nurma mengutip keterangan saksi.
Baca juga: Curanmor Bersenpi di Kapuk Jakbar, Pelaku Diduga Todongkan Pistol ke Warga
Diduga, gas berbahaya yang terkumpul di dalam penampungan air tersebut menjadi penyebab utama para korban kehilangan kesadaran hingga akhirnya meninggal dunia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




