Mengenal El Nino ‘Godzilla’ dan Dampaknya Bagi Indonesia

kumparan.com
1 hari lalu
Cover Berita

Istilah El Nino “Godzilla” belakangan ramai diperbincangkan dan memicu kekhawatiran publik. Seolah-olah, akan ada suatu fenomena alam yang besar, berbahaya dan mengancam, layaknya karakter fiksi Godzilla.

Sebetulnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah menyampaikan, bahwa istilah tersebut bukan kategori ilmiah resmi, melainkan sebutan populer untuk menggambarkan potensi El Nino yang sangat kuat.

Mengutip dari laman Stasiun Pemantau Atmosfer Global Lore Lindu Bariri, Unit Pelaksana Teknis BMKG, istilah “Godzilla” pertama kali diperkenalkan oleh ilmuwan NASA, Bill Patzert, pada 2015 untuk menggambarkan El Nino dengan kekuatan luar biasa besar, salah satu yang terkuat sejak 1950.

“Jadi, maksudnya bukan ada jenis El Niño baru, melainkan El Nino yang dikhawatirkan berkembang sangat besar dan membawa dampak luas, terutama kekeringan, berkurangnya air, gangguan pertanian, dan tekanan pada pangan,” tulis BMKG dalam keterangannya, dikutip Selasa (7/4).

Secara ilmiah, El Nino sendiri hanya dibagi menjadi tiga kategori, yakni lemah, moderat, dan kuat.

Istilah “Godzilla” muncul seiring potensi kombinasi fenomena El Niño Southern Oscillation (ENSO) positif dengan Indian Ocean Dipole (IOD) positif yang dapat memperkuat dampaknya.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menjelaskan bahwa El Nino merupakan fenomena pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur yang berdampak secara global, termasuk Indonesia.

“El Nino itu tidak terjadi di Indonesia, tapi berdampak global. Untuk Indonesia, efek utamanya adalah berkurangnya curah hujan secara signifikan bahkan bisa memicu kekeringan,” ujar Ardhasena kepada kumparan, Selasa (7/4).

Ia menjelaskan, dalam kondisi normal angin pasat mendorong air laut hangat ke arah barat hingga ke wilayah Indonesia, sehingga mendukung pembentukan awan hujan. Namun saat El Nino terjadi, angin tersebut melemah.

“Akibatnya, pusat pembentukan awan dan hujan bergeser ke tengah Pasifik, sehingga wilayah Indonesia cenderung mengalami penurunan curah hujan,” jelasnya.

Berpotensi Picu Kekeringan Luas

Dampak El Nino, terutama jika berkembang kuat atau disebut “Godzilla”, dapat dirasakan luas di Indonesia.

BMKG menyebut penurunan curah hujan bisa menyebabkan kemarau lebih panjang, suhu udara lebih panas, hingga kekeringan di berbagai wilayah.

“Dampak utama di Indonesia adalah berkurangnya curah hujan secara signifikan, kemarau lebih kering dan lebih panjang periodenya,” kata Ardhasena.

Berdasarkan data historis El Nino kuat pada 1997, 2015, dan 2023, wilayah yang terdampak curah hujan sangat rendah meliputi Sumatera Selatan, Lampung, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Kalimantan, Sulawesi Selatan, Maluku, hingga Papua.

Selain itu, dampak lanjutan yang perlu diwaspadai meliputi berkurangnya air di waduk dan sungai, sumur mengering, gangguan irigasi, penurunan hasil pertanian, hingga meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan.

Masih Tahap Potensi

Meski demikian, BMKG menekankan bahwa untuk tahun 2026, El Nino ekstrem masih dalam tahap potensi.

Outlook dari NOAA per 12 Maret 2026 menunjukkan kondisi ENSO-netral diperkirakan bertahan hingga pertengahan tahun, dengan peluang El Nino meningkat sekitar 62% pada periode Juni–Agustus 2026.

Artinya, istilah “Godzilla” saat ini lebih tepat dipahami sebagai peringatan dini, bukan kepastian akan terjadinya fenomena ekstrem.

Perlu Kesiapsiagaan Masyarakat

BMKG mengimbau masyarakat mulai bersiap menghadapi potensi dampak, terutama dalam pengelolaan air dan sektor pertanian.

“Masyarakat perlu memonitor informasi resmi dan melakukan penyesuaian pada sektor vital seperti sumber daya air, pertanian, energi, hingga transportasi untuk meminimalkan potensi kerugian,” ujar Ardhasena.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mengenal Jared Kushner, Besan Trump pada Perundingan Nuklir AS - Iran
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Kemlu soal Rusia Buka Keran Minyak untuk RI: Belum Ada Detail
• 11 jam lalukatadata.co.id
thumb
Anggota Komisi XI Minta Pemerintah Waspadai COVID Varian Cicada
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Harga Apartemen di RI Berpotensi Naik Imbas Gejolak Timur Tengah
• 12 jam lalubisnis.com
thumb
Bulent Karsioglu Ungkap Rencana Megawati Hangestri Cs Jelang Jakarta Pertamina Enduro Lawan Gresik Phonska di Final Four Proliga 2026 Seri Solo
• 17 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.