Teknologi hibrida tengah naik daun, jenis elektrifikasi ini akhirnya mampir ke salah satu mobil paling laris di Indonesia yakni Toyota Veloz HEV (Hybrid Electric Vehicle). Adanya komponen tambahan berupa baterai, perlu dipahami lebih lanjut oleh pemilik.
Lewat keterangan resmi, Marketing Division Head Auto2000 Nur Imansyah Tara menjelaskan bahwa ada beberapa hal seputar komponen hybrid pada Veloz HEV terbaru yang perlu diketahui. Lantaran masih terbilang awam di kalangan masyarakat luas.
"Seiring dengan kehadiran new Veloz Hybrid EV, perlu dipahami teknologi pada mobil hybrid Toyota. Salah satunya baterai tegangan tinggi untuk menggerakkan motor listrik, komponen penting agar mobil lebih hemat bensin dan rendah emisi," ujarnya.
Jenis baterai Toyota Veloz Hybrid EVPertama mengetahui jenis baterai yang terletak di bawah jok pengemudi dan penumpang depan ini. Menggunakan jenis lithium-ion berkapasitas 0,7 kW untuk menyuplai tenaga 80 PS (78,9 dk) ke motor listrik penggerak.
Baterai dengan daya arus tegangan tinggi ini berkontribusi pada efisiensi penggunaan bahan bakar hingga 40 persen dibanding model Veloz bermesin bensin biasa, ini dibuktikan dengan konsumsi BBM rata-rata mencapai 28,9 km/liter.
Lokasi bateraiSudah disinggung di atas, lokasi baterai tambahan pada Veloz Hybrid EV ini letaknya di bawah jok pengemudi dan penumpang depan. Penempatan tersebut dipilih menyesuaikan pembagian distribusi bobot kendaraan secara keseluruhan.
Selain itu, posisi tersebut sudah terbukti lebih aman dan pas sehingga tidak mengganggu ruang lainnya pada kabin yang ditujukan untuk mengangkut orang atau muatan banyak. Contoh lainnya ada pada model Innova Zenix HEV.
Self Charging SystemTimbul pertanyaan, bagaimana cara mengisi daya listrik ke baterai tambahan tersebut? Pada Velo HEV terdapat dua metode yang disebut Self Charging System berasal dari mesin bensin 1.500 cc hingga saat proses deselerasi, sehingga tidak membutuhkan pengecasan eksternal.
Masih ada akiJangan salah, meski judulnya baterai tambahan bertegangan tinggi, Veloz Hybrid EV atau mobil hibrida sejenisnya tetap membutuhkan komponen aki atau baterai kecil (auxiliary battery). Memiliki fungsi menyuplai daya untuk sistem kelistrikan.
Listrik dari komponen tersebut untuk kebutuhan apa? Jawabannya adalah perangkat-perangkat berdaya rendah (12 volt) meliputi lampu-lampu, sistem audio, Electronic Control Unit (ECU), dan pernak-pernik seperti power window, wiper, klakson, dan sebagainya.
Perhatikan kisi-kisi bateraiPemilik mobil hybrid Toyota pasti pernah melihat lubang kisi-kisi di dekat penutup komponen baterai tambahan. Berfungsi mengalirkan udara dan menjaga sirkulasi agar perangkat di dalamnya tidak mengalami suhu berlebih.
Namun yang menjadi catatan, pabrikan menyarankan kepada pemilik agar kisi-kisi tersebut tidak terhalang objek lain atau bahkan sampai tertutup. Perhatikan barang pribadi seperti sandal atau pelapis karpet dasar yang bisa menjadi penghalang saluran udara tersebut.
Beda garansi aki dan baterai tambahanKendati memiliki kesamaan dasar untuk menyimpan daya listrik, nyatanya aki dan baterai tambahan bertegangan tinggi memiliki kadar garansi yang berbeda total. Komponen pertama diberi masa perlindungan satu tahun atau 20 ribu kilometer.
Sementara baterai tambahan bertegangan tinggi di dalam kabin mendapatkan garansi hingga 8 tahun atau 160 ribu kilometer. Tentu saja dengan catatan, mana yang tercapai terlebih dahulu.
Panaskan mesin jika mobil ditinggal lamaMobil hybrid memiliki anjuran yang hampir serupa dengan kendaraan konvensional (Internal Combustion Engine/ICE) yakni setidaknya menyalakan mesin ketika ditinggal dalam periode waktu yang cukup lama.
Auto2000 memberi skenario apabila mobil ditinggal sekitar satu minggu, dianjurkan ada seseorang yang bisa membantu memanaskan kendaraan dengan cara menyalakannya dan membiarkannya beberapa menit agar daya listrik aki kecil terisi dan oli dapat bersirkulasi.
Daya baterai jarang penuhPernah bertanya mengapa indikator daya baterai tambahan mobil hybrid jarang terisi hingga benar-benar penuh? Kepala Bengkel Auto2000 Sapta Nugraha bilang, hal tersebut sangatlah lumrah karena beberapa alasan.
"Jangan khawatir bila melihat indikator pengisian high voltage battery hybrid tidak sampai 100 persen. Sebenarnya hal itu normal dan memang didesain tidak bisa terisi 100 persen, tujuannya untuk menjaga agar komponen awet. Serta memberi ruang untuk pengisian daya ketika deselerasi atau jalan menurun," jelas Sapta.
Jangan sampai motor listrik penggerak matiKomponen motor listrik penggerak begitu penting, sehingga pemilik disarankan merawat dinamo tersebut agar tidak mengalami mati total hingga terjadi kerusakan. Sapta bilang, kendaraan nantinya tidak akan bergerak dari tempatnya.
"Kendaraan hybrid sama sekali tidak bisa dijalankan karena untuk menghidupkan mesin menggunakan daya dari motor listrik penggerak (MG1). Namun tidak perlu khawatir bila peristiwa itu terjadi, sebab konsumen dapat menghubungi layanan darurat seperti ERA (Emergency Roadside Assistant) selama 24 jam," tanda Sapta.





