China Mau Daratkan Astronaut di Bulan 2030, Susul Kesuksesan NASA?

kumparan.com
11 jam lalu
Cover Berita

Amerika Serikat lewat NASA baru saja mengirim empat astronotnya dalam misi berawak ke Bulan dalam setengah abad terakhir pada 1 April lalu, bernama Artemis II. China pasang target ambisius 9 tahun dari sekarang.

Sejauh ini China hanya mengirim robot ke Bulan, namun teknologi luar angkasa Negeri Tirai Bambu itu berkembang pesat. Mereka hendak mengirim astronaut ke Bulan pada 2030 dan memiliki pangkalan penelitian di permukaannya pada 2035.

China tengah menyiapkan berbagai perangkat keras untuk pendaratan berawak. Pada Agustus tahun lalu, mereka telah menguji sistem pendarat bulan (lunar lander) di Provinsi Hebei.

Lokasi uji coba didesain semirip mungkin dengan permukaan bulan, lengkap dengan bebatuan, kawah, dan lapisan khusus yang meniru pantulan cahaya tanah bulan.

Pendarat ini diberi nama Lanyue (bahasa Mandarin untuk 'memeluk bulan'). Menurut Badan Luar Angkasa Berawak China, Lanyue tidak hanya berfungsi membawa astronaut dari orbit ke permukaan bulan, tapi juga akan menjadi tempat tinggal, sumber tenaga, dan pusat data selama di sana.

Selain itu, China juga sedang mengembangkan roket angkat berat Long March 10 untuk membawa pesawat ruang angkasa Mengzhou, pakaian luar angkasa khusus, rover berawak, hingga satelit penginderaan jauh untuk mendukung navigasi dan komunikasi dengan Bumi.

Jika misi pendaratan sukses, China akan melangkah ke tahap selanjutnya.

Kepala Desainer Program Eksplorasi Bulan China, Wu Weiren, menyebut kesuksesan itu akan mendorong rencana pembangunan "model dasar" Stasiun Penelitian Bulan Internasional (ILRS) pada 2035. Pangkalan yang dipimpin China dan Rusia ini kemungkinan akan dilengkapi dengan reaktor nuklir sebagai sumber energinya.

Lebih jauh lagi pada 2045, stasiun ini rencananya akan diperluas menjadi pusat transit di orbit bulan. Tujuannya sebagai batu loncatan dan tempat eksperimen sebelum melakukan misi pendaratan manusia di Mars.

Misi Robotik sebagai pembuka jalan

Ambisi besar China ini sangat bergantung pada data yang dikumpulkan oleh misi tanpa awak mereka.

Dalam beberapa tahun terakhir, misi robotik China sukses besar. Pada Juni 2024, mereka mencetak sejarah sebagai negara pertama yang berhasil membawa pulang sampel dari sisi jauh Bulan (far side of the moon) melalui misi Chang'e-6 di cekungan Kutub Selatan-Aitken.

Sebelum 2030 tiba, China masih akan mengirim dua misi lagi, yakni Chang'e-7 dan Chang'e-8. Kedua misi ini bertugas mengumpulkan lebih banyak data di area Kutub Selatan Bulan, lokasi di mana China berencana mendaratkan astronautnya dan membangun pangkalan permanen untuk manusia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Terpisah 5 Bulan, Ayu Chairun Nurisa Terdakwa Mantan Karyawan Ashanty Terpaksa Bohongi Anak
• 18 menit lalugrid.id
thumb
Makin Marak Penyalahgunaan, Bareskrim Imbau Masyarakat Waspadai Kejahatan Berbasis AI
• 9 jam laluidxchannel.com
thumb
Jelang Haji 2026, DPR Ingatkan Jemaah Umrah Keluar Arab Saudi Paling Lambat 18 April
• 9 jam laludisway.id
thumb
Dampak Tersembunyi Gawai: Ancaman Text Neck Syndrome bagi Kesehatan
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Indonesia Lolos dari Downgrade FTSE, Pasar Modal RI Dapat Angin Segar
• 6 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.