Ada "TPU" Kucing Korban Tabrak Lari di Tengah Kompleks Elite Senayan

kompas.com
17 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Di tengah permukiman elite di Jakarta Selatan, terdapat sepetak lahan yang dijadikan permakaman untuk kucing korban tabrak lari.

Lahan itu adalah taman kecil di tengah-tengah Jalan Senayan. Di sekitarnya, berdiri rumah-rumah besar.

Sejak 2010, pria tua penjaga indekos di Jalan Senayan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Teguh (60), sudah sering menyaksikan kucing yang mati ditabrak pengendara bermotor.

Baca juga: Cerita Teguh, Kuburkan Ratusan Kucing Mati di Senayan sejak 2010

Sebagian membawa kucing yang mereka tabrak untuk dikubur. Sebagian lagi meninggalkannya begitu saja.

Teguh pun merasa terpanggil. Dia menjemput kucing yang sudah tak bernyawa lagi itu untuk dikuburkan bersama ratusan kucing lainnya secara tumpang tindih.

Dia pun tak sembarang menguburkan.

Meski mereka hanya kucing liar, Teguh tak lupa melapisi tubuh mereka dengan kain. Seperti manusia yang dibungkus kain kafan atau pakaian saat akan dikuburkan.

“Mau enggak mau kan kalau lihat, saya kubur, kan kasihan juga gitu, sama-sama makhluk hidup kan. Kita kubur selayaknya lah,” ujar Teguh saat ditemui Kompas.com, Selasa (7/4/2026).

Terkadang, orang yang menabrak juga memberikan pakaian mereka untuk menguburkan kucing. Kadang, Teguh sendiri yang harus mencari kain pembungkusnya.

Sebelumnya, Teguh juga menambahkan potongan keramik atau batu untuk menandai gundukan tanah bekas galian kubur kucing.

Baca juga: Cerita Hotel Kucing Saat Lebaran: Ada yang Menangis Ditinggal Pemilik

Namun, seiring berjalannya waktu, “batu nisan” itu harus tersapukan karena penataan lahan yang sebetulnya adalah taman kelurahan.

“Dulu ada, bagus, kayak kuburan manusia, tapi sekarang sudah enggak,” ungkap dia.

Kini, ada lebih banyak kucing peliharaan yang dikubur di sana lantaran jumlah kucing mati korban tabrak lari yang berkurang.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Terkadang pemilik kucing datang menitipkan jasad kucingnya pada Teguh dengan uang jasa Rp 20.000 tanpa diminta.

Terkadang mereka menggali kuburan sendiri dengan cangkul yang sudah disiapkan Teguh di sana.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tak Hanya Kucing Liar, "TPU" di Kompleks Elite Senayan Biasa Dipakai Kubur Peliharaan
• 17 jam lalukompas.com
thumb
Zulhas Ajak 20 Organisasi Pemuda Perkuat Persatuan dan Ketahanan Pangan
• 17 jam lalutvrinews.com
thumb
Suka Ngopi Pagi Hari? Simak Dampaknya bagi Jantung dan Rahasia Umur Panjang Menurut Studi Terbaru
• 14 jam laluharianfajar
thumb
TNI AL Tangkap Kapal Berbendera Vietnam di Merak, Sita 780 Kg Sisik Trenggiling
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Sumbawa dan Sumbawa Barat
• 2 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.