Grid.ID - Kronologi wanita asal Indramayu minta diselamatkan usai jadi pengantin pesanan di China sempat hebohkan publik. Sang wanita bahkan sampai meminta bantuan dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Usut punya usut, identitas korban diketahui bernama Kusnia (21) asal Kabupaten Indramayu, Jawa Barat,
Kronologi Wanita Asal Indramayu Minta Diselamatkan
Mulanya, Kusnia mengaku diberangkatkan ke China untuk dinikahkan dengan Warga Negara Asing (WNA). Korban juga mengaku bisa berangkat setelah dikirim oleh dua orang Warga Negara Indonesia (WNI).
Namun setelah sampai di sana, Kusnia tidak betah dengan sang WNA dan minta dipulangkan. Nahasnya penolakannya itu justru membuat dirinya diancam balik oleh dua orang WNI yang memberangkatkannya.
“Tolong saya, saya ingin pulang pak, saya ingin kembali bersama keluarga pak, saya ingin pulang, saya tersiksa di sini,” ucap Kusnia dalam sebuah video berdurasi 1 menit 14 detik yang diunggahnya di media sosial.
Kusnia bahkan mengirim pesan ditujukan untuk Dedi Mulyadi agar bisa menolongnya sembari menceritakan kejadian yang dialaminya.
“Kepada yang terhormat Gubernur Jawa Barat, pak Dedi Mulyadi. Perkenalkan nama saya Kusnia, saya dari Indramayu, Jawa Barat, saya sekarang berada di negeri China.
Saya adalah salah satu korban pengantin pesanan pak, tolong saya,” kata Kusnia dikutip Grid.ID dari Kompas.com, Rabu (8/4/2026).
Tak berhenti sampai di situ, Kusnia juga mengaku mengalami kekerasan seksual apabila tak menuruti kemauan pelaku.
“Saya tersiksa di sini, saya sering kali mendapatkan kekerasan seksual jika saya tidak menuruti kemauan dia,” imbuhnya.
Kusnia sendiri mengaku tak bisa kabur menyelamatkan diri lantaran berkas-berkas seperti paspor miliknya disita. Dan ia juga dibatasi atau dilarang bepergian ke mana pun.
Sontak saja, usai mendengar kasus kronologi wanita asal Indramayu minta diselamatkan usai jadi pengantin pesanan di China, Bupati Indramayu, Lucky Hakim mencoba mencari tahu dahulu kejadian yang sebenarnya terjadi.
Lucky juga mengaku belum menerima laporan kejadian atas apa yang menimpa Kusnia.
“Saya belum, belum dapat laporan,” kata Lucky dikutip dari TribunJabar.id.
Kendati demikian, Lucky akan memastikan dahulu jenis visa yang digunakan, apakah visa turis atau visa kerja. Serta status keberangkatannya, apakah berangkat secara personal atau ada oknum yang memberangkatkannya dengan modus bekerja.
“Pengantin pesanan ini menurut saya memang rawan sekali dengan human trafficking dan tidak terkontrol. Saya juga ingin tahu, ini benar atau enggak, ini akan coba kita selidiki,” tandas Lucky Hakim. (*)
Artikel Asli




