Saham-saham konglomerat dan bank besar memimpin reli Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (8/4/2026).
IDXChannel – Saham-saham konglomerat dan bank besar memimpin reli Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (8/4/2026), seiring sentimen positif dari FTSE Russell yang mempertahankan status Indonesia di Secondary Emerging Market serta kabar gencatan senjata Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Grup Barito milik Prajogo Pangestu menjadi motor penguatan, dengan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) naik 13,01 persen ke Rp1.650 per unit, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menguat 4,52 persen ke Rp4.860 per unit.
Kemudian, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) naik 2,15 persen ke Rp4.270, PT Petrosea Tbk (PTRO) menguat 4,89 persen ke Rp4.720, dan PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) naik 4,57 persen ke Rp915.
Saham Grup Bakrie juga melonjak, dipimpin PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) yang naik 10,53 persen ke Rp840 dan PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) menguat 11,95 persen ke Rp890.
PT Darma Henwa Tbk (DEWA) naik 6,09 persen ke Rp505, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) menguat 6,54 persen ke Rp114, serta PT Bumi Resources Tbk (BUMI) naik 4,24 persen ke Rp246.
Dari kelompok lainnya, saham Grup Hapsoro melalui PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) naik 3,49 persen ke Rp3.860 dan PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) melonjak 10,14 persen ke Rp1.140.
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dari Grup Sinarmas menguat 0,60 persen ke Rp66.650, sementara Grup Salim mencatat kenaikan PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) sebesar 5,32 persen ke Rp7.925 dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) naik 3,70 persen ke Rp5.050.
Saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) milik Hashim Djojohadikusumo juga naik 7,94 persen ke Rp2.310.
Di sektor perbankan, saham bank besar turut menopang IHSG.
Saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) naik 5,98 persen ke Rp3.720, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menguat 4,02 persen ke Rp3.360, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik 3,85 persen ke Rp6.750.
Kemudian, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menguat 3,33 persen ke Rp4.660, dan PT Bank Permata Tbk (BNLI) naik 6,36 persen ke Rp3.010.
Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG pada pukul 10.26 WIB meningkat 2,87 persen ke level 7.170, setelah sempat menyentuh level tertinggi harian di 7.195,19.
Penguatan ini didorong optimisme pasar setelah FTSE Russell menegaskan Indonesia tetap berstatus Secondary Emerging Market.
Selain itu, pengumuman gencatan senjata dua pekan antara AS dan Iran turut menekan harga minyak dan meningkatkan selera risiko investor.
Pengamat pasar modal Michael Yeoh menilai kabar ini sangat positif bagi pasar domestik. "Ini merupakan kabar yang baik untuk bursa kita. Selanjutnya adalah yang dinanti investor mengenai keputusan MSCI terhadap klasifikasi kita," ujarnya, Rabu (8/4/2026).
Michael menambahkan bahwa MSCI sebelumnya memang menyoroti potensi Indonesia masuk ke Frontier Market. Namun, dengan status yang tetap di Emerging Market menurut FTSE, perkiraan arus keluar modal asing dari Indonesia akan lebih terkendali.
Secara teknikal, IHSG disebutnya menyentuh titik krusial di angka 6.850. "Di angka ini akan terjadi beberapa perlawanan. Jika mampu bertahan di area ini, maka IHSG akan reversal dan menyudahi downtrend," tutur Michael.
Namun, Michael mengingatkan potensi risiko jika level tersebut gagal dijaga.
"Masih ada potensi koreksi hingga ke 6.000 jika angka 6.850 ini tertembus ke bawah. Titik kunci untuk mengakhiri downtrend adalah IHSG melewati angka 7.500," imbuh dia. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.





