FAJAR, SURABAYA – Aroma bursa transfer Super League mulai menyengat dengan munculnya rumor panas. Mengaitkan Persebaya Surabaya, dengan dua mantan pilar ikoniknya. Kabar mengenai potensi CLBK (Cinta Lama Bersemi Kembali) David Da Silva (DDS) dan Osvaldo Haay ke pangkuan Bajul Ijo kini menjadi perbincangan hangat di kalangan Bonek Mania.
Pertanyaan besarnya: Jika duet maut ini benar-benar terwujud, mampukah Green Force menyaingi Persib dan Persija? Terutama meruntuhkan dominasi dalam perburuan gelar juara musim depan.
Mengenang Romansa DDS dan Osvaldo
Bagi publik Surabaya, nama David Da Silva dan Osvaldo Haay bukan sekadar deretan pemain asing dan lokal biasa. Mereka adalah kepingan sejarah yang pernah membuat Gelora Bung Tomo bergetar.
David Da Silva, yang kini masih tajam bersama Malut United. Bahkan dia memuncaki top skor sementara Super League dengan 16 gol. Dia memang dikenal sebagai predator kotak penalti dengan rasio gol yang mengerikan sejak berseragam hijau. Saat berseragam Green Force pada pada 2017-2020, DDS mengemas 35 gol.
Sementara itu, Osvaldo Haay adalah motor serangan sayap yang lincah dan pernah menjadi pahlawan di berbagai laga krusial. Namanya sering dielu-elukan dan kini dirindukan.
Bagi publik Surabaya, Osvaldo bukanlah sosok asing. Sejak bergabung pada 2018 hingga 2020, pemain kelahiran 1 Mei 1997 ini telah mencatatkan 49 penampilan dengan torehan 18 gol dan 7 assist.
Kekuatan utama Persebaya di masa lalu adalah transisi cepat dan penyelesaian akhir yang klinis. Jika kedua pemain ini kembali, Tavares akan memiliki “senjata nuklir” yang sudah paham betul DNA klub ini.
Strategi Tavares: Adaptasi atau Revolusi?
Pelatih Persebaya Bernardo Tavares yang dikenal dengan gaya main pragmatis namun mematikan, tentu akan sangat terbantu dengan kehadiran pemain sekaliber DDS. Selama ini, kendala utama Persebaya adalah absennya sosok target man yang konsisten mengonversi peluang menjadi gol.
Namun, mendatangkan DDS dari Persib tentu bukan perkara mudah mengingat statusnya sebagai mesin gol utama Malut United saat ini. Di sisi lain, Osvaldo Haay yang sedang mencari sentuhan terbaiknya kembali, diprediksi akan lebih mudah untuk dipulangkan ke Surabaya.
Jika CLBK ini terjadi, Tavares diprediksi akan mengubah skema mainnya menjadi lebih agresif untuk mengakomodasi ketajaman DDS dan kecepatan Osvaldo di sisi sayap.
Menakar Kekuatan Lawan
Ambisi Persebaya untuk kembali ke papan atas tentu akan mendapat tantangan hebat dari dua rival abadinya: Persib Bandung dan Persija Jakarta.
Persib Bandung dengan sokongan finansial yang kuat, kemungkinan besar pelatih Bojan Hodak akan mendepak pemain asing di lini depan. Kemudian mendatangkan predator yang lebih haus gol.
Sedangkan Persija Jakarta di bawah asuhan Mauricio Souza, Macan Kemayoran terus membangun skuad muda yang solid dan taktis. Tentunya setelah melakukan evaluasi terhadap pasukannya musim imi.
Meski demikian, persaingan musim depan bukan lagi soal siapa yang punya banyak uang. Akan tetapi, siapa yang paling cerdas dalam pergerakan transfer pemain kunci.
Mampukah Persebaya Bersaing?
Jika teraliasi DDS dan Osvaldo kembali, tentu akan memberikan dampak instan pada aspek psikologis lawan. Namun, tantangan bagi Tavares adalah menjaga keseimbangan lini tengah dan pertahanan yang kerap menjadi titik lemah musim lalu.
Jika manajemen Persebaya berhasil mewujudkan saga transfer ini, secara otomatis level persaingan Super League akan naik satu tingkat. Bajul Ijo tidak lagi hanya sekadar penggembira di papan tengah, melainkan penantang serius gelar juara yang bisa membuat Persib dan Persija ketar-ketir. (*)





