Dai Berperan Perkuat Ketahanan Nasional & Kemandirian Masyarakat Perbatasan

kumparan.com
13 jam lalu
Cover Berita

Wamendagri Akhmad Wiyagus menegaskan pentingnya peran dai dalam memperkuat ketahanan nasional, khususnya di wilayah perbatasan.

Hal itu disampaikannya saat membuka Seminar Internasional dan Upgrading Dai bertema “Ketahanan Pangan di Beranda Negara: Strategi Membangun Kedaulatan dari Daerah Perbatasan” di Aula Kantor Bupati Sambas, Kalimantan Barat, Selasa (7/4/2026).

Wiyagus menilai Kabupaten Sambas sebagai wilayah strategis yang menjadi beranda terdepan Indonesia, sehingga kondisi sosial, ekonomi, dan ideologi masyarakatnya mencerminkan kewibawaan bangsa di mata internasional.

"Kabupaten Sambas bukan sekadar titik geografis di peta Indonesia. Sambas adalah 'etalase kedaulatan'. Apa yang tampak di Sambas adalah cermin yang memberikan impresi kepada dunia tentang kewibawaan Indonesia," katanya.

Menurutnya, penguatan kawasan perbatasan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga mencakup ketangguhan ideologi, stabilitas sosial, serta kemandirian ekonomi masyarakat.

Kerentanan akibat ketimpangan ekonomi, ketergantungan lintas batas, hingga tantangan ideologis perlu diantisipasi melalui pendekatan komprehensif.

"Kita tidak bisa membiarkan perbatasan kita menjadi ruang yang rapuh terhadap pengaruh luar yang tidak sejalan dengan jati diri bangsa," terangnya.

Dalam konteks tersebut, Wiyagus menekankan pentingnya peran tokoh masyarakat, termasuk dai, dalam memperkuat nilai kebangsaan sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat.

"Peran dai di era modern ini harus bertransformasi secara multidimensional," tambahnya.

Ia menegaskan, dai tidak hanya sebagai komunikator keagamaan, tetapi juga agen pemberdayaan, penguat ketahanan sosial, dan penjaga nilai kebangsaan. Karena itu, masyarakat perbatasan perlu memiliki spiritualitas yang kuat sekaligus mentalitas unggul dalam mengelola potensi wilayahnya.

"Agama harus hadir sebagai solusi nyata atas persoalan kesejahteraan dan ideologi masyarakat," ujarnya.

Wiyagus berharap forum tersebut mampu menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat diimplementasikan, termasuk mendorong penguatan ekonomi lokal, ketahanan ideologi, dan kedaulatan bangsa di wilayah perbatasan.

"Semoga seminar ini menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat diimplementasikan demi kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan Indonesia, khususnya Kabupaten Sambas," tandasnya.

Acara tersebut dihadiri Bupati Sambas Satono; Menteri Industri Makanan, Komoditi, dan Pembangunan Wilayah Sarawak, Malaysia, YB Dato Sri Dr. Stephen Rundi Anak Utom; Konsul Jenderal RI Kuching Abdullah Zulkifli; Sekretaris BNPP Makhruzi Rahman; serta pembicara internasional dari Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Filipina, dan Thailand.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cegah Obesitas, Guru di Yogyakarta Diperkuat dengan Edukasi Psikososial
• 9 jam lalutvrinews.com
thumb
Pemerintah Jaga Keseimbangan Permintaan dan Pasokan BBM
• 6 jam lalukompas.id
thumb
Indonesia Tunggu Investigasi Lengkap Insiden TNI di Libanon
• 1 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Masjid Ramah Pemudik 2026 Diserbu 3,5 Juta Orang, Kemenag: Naik 122 Persen dari Tahun Lalu
• 19 jam laludisway.id
thumb
Airlangga Sebut Ekonomi RI Baik: Hanya Lebih Rendah dari India di Antara G20
• 2 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.