Harga Tiket Pesawat Naik, ASTINDO: Kami Sudah Lakukan Persiapan Sejak Tahun Lalu

kumparan.com
12 jam lalu
Cover Berita

Harga avtur yang naik akibat konflik di Timur Tengah, membuat pemerintah mengizinkan harga tiket pesawat domestik turut naik sebesar 9-13 persen.

Hal ini membuat sektor pariwisata turut berdampak, tak terkecuali travel agent. Melihat hal tersebut, Ketua Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO) Pauline Suharno, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan persiapan sejak tahun lalu.

Pauline mengaku bahwa sejak harga tiket pesawat yang terus naik dari tahun lalu dan tidak turun-turun, membuat ASTINDO melakukan berbagai antisipasi, salah satunya memperkuat aglomerasi.

"Kami melakukan berbagai persiapan sejak tahun lalu, ketika memang harga tiket pesawat masih tetap nggak turun-turun, dan ada government spending yang dibatasi. Jadi, antisipasi kami memperkuat aglomerasi," ujar Pauline, kepada kumparan.

Lebih lanjut, Pauline mencontohkan bahwa mereka membuat paket-paket wisata untuk masing-masing daerah, dengan berbagai alternatif transportasi, tak hanya pesawat.

"Misal kaya Jakarta, orang Jakarta nggak cuma ngandelin pergi ke Bali saja atau ke pulau lain, tapi bisa berlibur dengan menggunakan kendaraan pribadi atau kereta api. Itu sudah kami buat semua paket-paketnya," ungkap Pauline.

"Jadi, kita kolaborasi bikin paket (wisata) dari Jakarta ke Solo, lalu pulangnya dari Banyuwangi atau Yogyakarta, itu semua sudah ada paket-paketnya," tambahnya.

Meskipun demikian, masih ada sedikit kekhawatiran dari ASTINDO terkait perilaku masyarakat Indonesia yang justru memilih untuk berlibur ke luar negeri, karena dianggap biayanya yang lebih murah.

"Tapi kan Kembali lagi, apakah market bisa menerima ini dan orang Indonesia kalau nggak kepepet, kayanya kalau nggak ada pilihan, baru diambil (opsi wisata di dalam negeri) gitu, kan" katanya.

Sebab, infrastruktur di Indonesia dinilai belum terlalu mumpuni untuk membuat masyarakat Indonesia berlibur di dalam negeri. Pauline kembali mencontohkah jika dari Medan ingin pergi ke Belitung, traveler harus transit dulu di Jakarta, karena tidak ada penerbangan langsung atau transportasi pendukung lainnya.

"Kami pernah ada acara di Belitung dan harus menerbangkan klien dari Medan ke Belitung itu harus transit di Jakarta dulu. Makanya kenapa nggak bergerak domestiknya, karena nggak terjangkau," ujar Pauline.

Oleh karena itu, Pauline berharap dengan semakin banyaknya infrastruktur yang mendukung di Indonesia, membuat semakin banyak masyarakat Indonesia yang berlibur di dalam negeri.

"Kalau kaya di China, kita lihat semua penjuru China itu bisa dijangkau dengan highway atau kereta cepat. Nah, semestinya di Indonesia pun melakukan hal sama, ada alternatif antar pulau agar lebih murah, sehingga tidak perlu hanya naik pesawat," pungkas Pauline.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Beri Arahan 4 Jam ke Jajaran Menteri hingga Eselon
• 4 jam laluidxchannel.com
thumb
Indonesia Berharap Gencatan Senjata Iran dan Amerika Berlangsung Permanen
• 9 jam lalukatadata.co.id
thumb
Mengapa DPR Sebaiknya Menolak Ratifikasi BoP?
• 16 jam lalukompas.id
thumb
Terpopuler Trend: Dedi Mulyadi Bantu Sopir Truk Asal Wonogiri saat di Jalan, hingga Harta Kekayaan Fantastis Rudy Gunawan
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Mahasiswa Demo di Belakang Gedung MK, Kecam Penyiraman Andrie Yunus dan Tolak Militerisme
• 13 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.