Bukan Sekedar Syuting, Ratu Sofya Akui Jatuh Cinta dengan Belitung

grid.id
10 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Aktris muda Ratu Sofya kembali menunjukkan keseriusannya dalam dunia perfilman lewat perannya dalam film The Bell: Panggilan untuk Mati. Dalam proyek terbarunya ini, ia memerankan karakter bernama Airin seorang perempuan dengan latar belakang emosional yang kuat dan pengalaman hidup yang membekas.

Dalam wawancara yang dilakukan di kawasan Menteng pada Selasa (7/4/2026), Ratu Sofya mengungkapkan sedikit gambaran mengenai karakter yang ia perankan. Airin diceritakan sebagai kakak dari Deni, sosok yang memiliki hubungan keluarga yang cukup kompleks. Kehadiran Airin di Belitung bukanlah tanpa alasan ia datang karena sebuah peristiwa yang cukup berat dalam hidupnya.

"Di film The Bell ini aku berperan sebagai Airin. Airin itu tadi sudah diberitahu oleh adikku tersayang yang sangat nakal itu," ujar Ratu Sofya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat pada Selasa (7/4/2026).

"Iya, Airin ini adalah kakaknya Deni ya. Dia itu datang ke Belitung karena suatu hal yang nggak bangetlah untuk hidupnya Airin," sambungnya.

Meski tidak ingin membocorkan terlalu banyak detail demi menjaga kejutan cerita, Ratu Sofya menegaskan bahwa perjalanan hidup Airin dalam film ini akan menjadi sesuatu yang sangat membekas. Ada kejadian besar yang melibatkan orang terdekatnya, yang menjadi titik emosional penting dalam cerita. Hal ini membuat karakter Airin memiliki kedalaman yang kuat, sekaligus memberikan tantangan tersendiri bagi sang aktris dalam menghidupkannya di layar.

"Sepanjang hidupnya Airin, itu adalah sesuatu hal yang tidak akan dilupakan sama Airin karena memang ada kejadian kepada orang tersayangnya Airin, yang aku nggak bisa ceritain di sini pastinya nanti takut spoiler kan," katanya.

Di balik cerita yang cukup intens tersebut, pengalaman syuting film horor itu justru terasa menyenangkan bagi Ratu Sofya. Lokasi pengambilan gambar di Belitung menjadi salah satu hal yang paling ia nikmati. Dikenal dengan keindahan lautnya, Belitung memberikan suasana yang sangat berbeda dan menyegarkan.

"Tapi sejauh ini aku benar-benar happy banget syuting film The Bell. Di lokasinya itu enak banget. Aku kebetulan juga suka banget sama laut. Di Belitung itu isinya laut semua, air semua," ungkapnya.

Ratu Sofya mengaku sangat menyukai laut, sehingga kesempatan untuk bekerja di lokasi dengan pemandangan air yang dominan menjadi pengalaman yang membahagiakan. Bahkan, ia berharap bisa kembali mengunjungi Belitung di masa depan, bukan hanya untuk bekerja, tetapi juga untuk menikmati keindahan alamnya.

"Aku happy banget datang ke Belitung dan berharap banget nanti datang lagi ke Belitung," tutur Ratu.

Meski film ini memiliki nuansa horor, suasana di balik layar justru jauh dari kesan menyeramkan. Ratu Sofya menceritakan bahwa proses syuting berlangsung dengan penuh keceriaan.

 

Tim produksi dan para pemain tetap menjaga suasana tetap hidup, bahkan ketika syuting berlangsung hingga larut malam atau menjelang subuh. Canda tawa dan kebersamaan menjadi kunci untuk menghilangkan rasa tegang yang biasanya muncul dalam produksi film bergenre horor.

"Walaupun tempat syutingnya itu lumayan horor, tapi kita syutingnya seru ya. Selalu ramai, sampai subuh juga kita tetap ramai, tetap bercanda, jadi nggak ada tuh hal-hal horor gitu," katanya.

Hal menarik lainnya adalah antusiasme masyarakat setempat. Warga Belitung disebut sangat bersemangat menyaksikan langsung proses syuting di daerah mereka. Kehadiran mereka di lokasi memberikan energi tambahan bagi para pemain dan kru, sekaligus menciptakan interaksi yang hangat antara tim produksi dan masyarakat lokal.

"Yes, yang nonton juga banyak banget. Jadi waktu kita syuting tuh biasanya masyarakat-masyarakat sekitar situ datang ke lokasi syuting kita tuh benar-benar banyak banget," ujarnya.

"Dan mereka tuh antusias semua untuk melihat syuting di kotanya mereka ya. Aku juga happy banget datang ke Belitung karena itu pertama kalinya aku datang ke Belitung," sambungnya.

Selain menikmati alamnya, ia juga mencicipi kuliner khas Belitung, terutama hidangan laut yang segar. Sebagai seseorang yang berasal dari Aceh, ia merasa memiliki kedekatan budaya dengan masyarakat Belitung. Kesamaan latar belakang Melayu membuatnya merasa lebih akrab dan nyaman selama berada di sana.

"Terus makan-makanan ikannya segar-segar banget karena kebetulan aku juga orang pesisir, aku dari Aceh. Jadi happy banget dan satu rumpun ya, Melayu sama Aceh itu kan lumayan satu rumpun ya. Jadi happy bangetlah," tuturnya.

Menariknya, Ratu Sofya juga mengungkapkan bahwa karakter Airin memiliki beberapa kemiripan dengan dirinya di kehidupan nyata. Sifat blak-blakan, keberanian, dan kepribadian yang apa adanya menjadi titik temu antara dirinya dan karakter tersebut. Hal ini tentu membantu dalam proses pendalaman peran, karena ia bisa lebih mudah memahami emosi dan respons Airin dalam berbagai situasi.

"Dan ya gitu sih, aku nggak mau terlalu banyak menceritakan tentang karakter Airin. Yang sudah jelas Airin ini karakternya lumayan mirip sama aku blak-blakan, pemberani, dan gong aja sih," ujar Ratu Sofya.(*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ditjen Migas Beberkan Langkah Mitigasi Pasokan BBM-LPG Hadapi Perang Timteng
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Viral Gadis 18 Tahun Menikah dengan Lansia 71 Tahun di Luwu, Sulsel
• 55 menit lalukumparan.com
thumb
Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM-Elpiji Bersubsidi, Negara Rugi Rp1,2 Triliun
• 23 jam lalurctiplus.com
thumb
Dalami Kasus OTT Wali Kota Nonaktif Maidi, KPK Geledah Toko Listrik Rekanan Pemkot Madiun
• 6 jam lalurealita.co
thumb
Investor Dubai Berminat Tanamkan Modal di Bali, Banyak Hal Mendesak Diperbaiki
• 5 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.