FAJAR, MAKASSAR – Universitas Muslim Indonesia (UMI) melalui Yayasan Wakaf UMI resmi menjalin kerja sama strategis dengan Bank Syariah Nasional.
penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) telah dilaksanakan di Menara BSN, Jakarta Pusat. Selasa, 07 April.
Direktur Utama BSN, Alex Sofjan Noor, menyampaikan komitmen pihaknya untuk terus menjaga kepercayaan dan menghadirkan layanan perbankan syariah yang aman, terjangkau, dan berbasis teknologi, tanpa meninggalkan kemurnian prinsip syariah.
Ia juga menegaskan pentingnya edukasi keuangan syariah sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang lebih sadar dan mandiri secara ekonomi.
“Kami menyerahkan manfaat Giro Program Penghargaan Operasional (PPO) kepada UMI berupa paket umroh platinium untuk dosen dan karyawan serta beasiswa mahasiswa berprestasi dengan total nilai mencapai Rp3,6 miliar,” ucapnya.
Ini yang diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan UMI.
Ketua Pengurus Yayasan Wakaf UMI, Prof. Dr. Hj. Masrurah Mokhtar, menyampaikan bahwa kerja sama ini adalah amanah yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.
“Kami berharap kolaborasi ini terus tumbuh dan memberikan manfaat yang luas, tidak hanya bagi institusi, tetapi juga bagi masyarakat,” ujarnya.
Ketua Pembina Yayasan Wakaf UMI, Prof. Dr. H. Mansyur Ramly, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari perjalanan hijrah menuju sistem yang lebih sesuai dengan nilai-nilai syariah.
“Kami ingin setiap langkah UMI selalu berada dalam cahaya kebaikan. Kerja sama ini bukan sekadar kemitraan, tetapi bagian dari ikhtiar menghadirkan keberkahan dan memperkuat ekonomi syariah untuk masa depan umat,” ungkapnya.
Rektor UMI, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, menambahkan bahwa kerja sama ini membuka ruang pengembangan yang lebih luas bagi sivitas akademika.
“Kami memandang ini sebagai awal yang baik untuk memperluas akses pendidikan, memperkuat karakter, serta menyiapkan generasi yang lebih siap menghadapi masa depan dengan nilai dan kompetensi,” tuturnya.
Kerja sama ini diharapkan menjadi fondasi dalam pengembangan program-program strategis ke depan, termasuk penguatan pembiayaan pendidikan.
“Kita juga mau kuatkan peningkatan kesejahteraan dosen dan karyawan, serta pembangunan ekosistem kampus yang adaptif, berkelanjutan, dan berbasis nilai,” tuturnya. (wis)





