Bisnis.com, JAKARTA - Presiden RI Prabowo Subianto dan Wapres RI Gibran Rakabuming Raka menghadiri agenda Rapat Kerja Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Rabu (8/4/2026).
Berdasarkan pantauan Bisnis melalui akun Youtube Sekretariat Presiden (Setpres), Prabowo duduk berdampingan dengan Gibran di bagian depan.
Dalam agenda tersebut, hadir sekitar 800 pejabat Kabinet Merah Putih, mulai dari Menteri, Wakil Menteri, Kepala Badan, hingga pejabat eselon di hampir semua kementerian/lembaga.
Terpantau hadir pula Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra, dan sederet menteri Kabinet Merah Putih.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan bahwa pertemuan tersebut bertujuan memperkuat koordinasi serta menyatukan pandangan seluruh unsur pemerintahan dalam menghadapi tantangan nasional dan global.
"Tentu dalam rangka untuk kembali Beliau ingin menyatukan visi, menyatukan pandangan, menyatukan energi kita untuk menghadapi tahun-tahun yang akan datang," ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu.
Baca Juga
- Game Changer Data, Qodari Paparkan 17 Program Andalan Prabowo Tekan Kemiskinan
- Meneropong Nasib Proyek Infrastruktur Era Prabowo di Tengah Pengetatan APBN
- Seskab Teddy: Prabowo Pimpin Raker Sore Ini, Panggil Kabinet Hingga Dirut BUMN
Ia menjelaskan bahwa Presiden ingin memastikan seluruh program kerja pemerintah dapat dijalankan secara optimal dan cepat oleh birokrasi sebagai pelaksana utama kebijakan negara.
Menurutnya, Presiden mengibaratkan pemerintahan sebagai sebuah tim sepak bola, di mana birokrasi menjadi elemen penting yang menjalankan strategi dan program pembangunan.
"Jadi harapannya siang ini beliau akan memberikan arahan, beliau akan memberikan termasuk menyuntikkan semangat kepada kita semua untuk terus bekerja dengan lebih keras lagi, melaksanakan program, dan terus berorientasi untuk kepentingan bangsa dan negara dan kepentingan masyarakat," katanya.
Selain penguatan internal pemerintah, Presiden juga dijadwalkan menyampaikan pandangan terkait dinamika geopolitik global yang dinilai semakin kompleks dan berdampak pada berbagai sektor kehidupan negara-negara di dunia.
Prasetyo menilai situasi global yang dinamis harus menjadi dorongan bagi seluruh unsur pemerintah untuk memperkuat perencanaan dan langkah strategis nasional agar Indonesia mampu bertahan dan terus berkembang di tengah ketidakpastian global.
"Kita mesti harus menjadikan itu sebagai sebuah pelecut terutama seluruh unsur pemerintahan untuk menghadapi situasi global yang seperti itu, apa yang harus kita lakukan, apa yang harus kita rencanakan, apa yang harus kita kerjakan supaya kita sebagai sebuah bangsa dapat terus survive," imbuhnya.





