Presiden Prabowo Subianto mengatakan pemerintah yang dinilai tidak menjalankan fungsinya dengan baik dapat diganti oleh rakyat. Dia menyinggung berbagai mekanisme pergantian pemerintah yang telah diatur.
"Kita telah memilih bernegara secara demokrasi, demokrasi kedaulatan di tangan rakyat. Tidak ada masalah. Kalau ada pemerintah yang dinilai tidak baik, ya, gantilah pemerintah itu," kata Prabowo dalam Rapat Kerja Pemerintah di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Prabowo mengatakan mekanisme pergantian pemerintahan dapat dilakukan melalui pemilu hingga pemakzulan. Mekanisme-mekanisme itu telah diatur secara konstitusional.
"Ada mekanismenya, dengan baik, dengan damai, bisa dengan melalui pemilihan umum tidak ada masalah bisa juga melalui impeachment tidak ada masalah tapi impeachment ya melalui saluran. Ada salurannya, DPR, MK, MPR, dilakukan tidak masalah," katanya.
Dia menyinggung pergantian rezim dalam sejarah Indonesia dari era presiden pertama Sukarno, presiden ke-2 RI Soeharto, dan presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid. Dia menyebut semua pergantian rezim itu berjalan dengan damai.
"Dalam sejarah kita, telah terjadi beberapa pergantian. Bung Karno turun dengan damai, Pak Harto turun dengan damai, Gus Dur turun dengan damai melalui proses, tidak melalui kekerasan," sambungnya.
"Jadi Saudara-saudara, percayalah kepada sistem yang telah dibangun oleh pendiri-pendiri bangsa kita, percayalah pada kekuatan kita sendiri, percayalah kepada Indonesia," katanya.
(fca/azh)





