BEKASI, DISWAY.ID - Pengelola tempat Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) memastikan akan bertanggung jawab penuh atas insiden kebakaran hebat yang menimpa sejumlah warga Mustika Jaya, Kota Bekasi.
"Pertamina memastikan bahwa SPBE akan bertanggung jawab atas dampak dari insiden tersebut," tegas Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Regional Jawa Bagian Barat, Susanto August Satria pada Rabu, 8 April 2026.
BACA JUGA:Sosok Kepala Samsat Soekarno-Hatta Bandung yang Dinonaktifkan Dedi Mulyadi, Diduga Abaikan Surat Edaran
BACA JUGA:RSCM Sebut Bola Mata Andrie Yunus Akan Ditutup Sementara Selama 6 Bulan Usai Tindakan Operasi
Selain itu, Susanto mengatakan bahwa pihaknya akan menanggung seluruh kerugian yang di alami para korban.
Pasalnya, pabrik tersebut sempat mengalami kebakaran hebat yang terjadi di Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi pada Rabu, 1 April 2026 sekira pukul 20.30 WIB.
"Pihak SPBE telah menyampaikan komitmennya untuk menyelesaikan rumah terdampak, seperti ganti rugi, dimana dalam prosesnya nanti akan melibatkan pemerintah setempat, prinsipnya rumah dapat digunakan seperti sediakala," ungkap dia.
Salah satu komitmen yang diberikan pertamina adalah dengan menyalurkan sejumlah batuan logistik kepada warga yang terdampak kejadian tersebut.
BACA JUGA:Pengadilan Militer Sepi, Zaskia Mecca Kecewa Sidang Prajurit TNI yang Aniaya Stafnya Mendadak Ditunda
"Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat melalui Pertamina Peduli sudah menyalurkan bantuan berupa kebutuhan berupa makanan siap saji setiap harinya hingga hari ini kepada warga terdampak yang disampaikan melalui posko gabungan," pungkas Susanto.
Sedangkan, Camat Mustika Jaya, Maka Nachrowi menyebutkan bahwa sebanyak 47 Kepala Kekuarga terdampak dari kebakaran usai dilakukan pendataan.
"Bangunannya yang sudah terdata, baik yang kontrakan, tempat usaha, rumah itu semuanya 22. Setelah dilakukan pendataan sebanyak 47 KK yang terdampak, sementara ya," ucap Maka.
Dengan begitu, ia akan terus melakukan pendataan terhadap warganya yang terkena musibah.
"Jadi kita terus melakukan pendataan," pungkas Maka.





