Konflik AS-Iran Picu Kenaikan Harga Plastik hingga 50 Persen, Pedagang Pasar Kian Tertekan

viva.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Kenaikan harga plastik yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir mulai memukul pedagang di pasar tradisional. Lonjakan yang mencapai hingga 50 persen ini tidak hanya membebani pelaku usaha kecil, tetapi juga perlahan dirasakan langsung oleh konsumen.

Pantauan di Pasar Klender, Jakarta Timur, menunjukkan para pedagang kini harus beradaptasi dengan harga baru yang terus merangkak naik, bahkan dalam hitungan hari. Seorang pedagang plastik di Pasar Klender, Jakarta Timur, Meri, mengungkapkan bahwa kenaikan terjadi cukup signifikan dalam waktu singkat.

Baca Juga :
Iran Bakal Buka Selat Hormuz Selama 2 Pekan
Ahli Ungkap Efek Domino Harga Plastik Meroket Imbas Perang AS-Iran, Konsumen dan Industri Kena Getahnya!

“Naiknya sekitar 50 sampai 60 persen. Soalnya tadinya (plastik) sebelumnya masih dijual Rp10.000, sekarang sudah Rp15.000,” ucap Meri dalam wawancara yang dikutip tvOne, Rabu 8 April 2026.

Ia menambahkan, kenaikan juga terjadi pada berbagai jenis plastik lainnya.

“Kayak yang plastik gini nih, tadinya cuma Rp6.000, sekarang Rp9.000. Terus sama kayak plastik polo yanng tadinya jualnya cuma Rp12.000, sekarang Rp19.000,” lanjutnya.

Menurut Meri, kenaikan harga tidak terjadi sekaligus, melainkan bertahap. Namun dalam kondisi tertentu, harga bahkan bisa berubah lebih dari sekali dalam sehari.

“Naiknya secara bertahap, tapi kadang sehari itu sampai dua kali kenaikannya bisa,” ungkap Meri.

Dari sisi pasokan, para pedagang mengaku stok masih relatif aman. Namun persoalan utama ada pada harga yang terus bergerak naik akibat faktor global. Meri menyebut distributor menjelaskan bahwa kenaikan ini dipicu oleh terganggunya jalur distribusi bahan baku dari luar negeri.

“Kata dia (distributor) bahan bakunya itu kan dari luar, sedangkan selat Hormuz itu kan ditutup jadi muter. Nah, jadi karena dia muter, biasanya pengirimannya cuma sebulan, ini bisa lebih, jadi biaya operasionalnya lebih mahal. Terus bahan-bahan bakunya ini juga lagi langka,” jelasnya.

Meski demikian, kebutuhan plastik yang tinggi membuat pembeli tetap bertahan meski harus membayar lebih mahal. Meri menyebut, sebagian pembeli memang sempat mengeluhkan kenaikan harga, namun pada akhirnya tetap membeli karena plastik merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditinggalkan dalam aktivitas jual beli sehari-hari.

Upaya Pemerintah Indonesia

Di tengah lonjakan harga yang terjadi, pemerintah memastikan tidak tinggal diam. Upaya stabilisasi terus dilakukan, mulai dari diversifikasi bahan baku hingga mendorong pemanfaatan plastik daur ulang guna menjaga pasokan nasional.

Baca Juga :
Kapan Selat Hormuz Dibuka Lagi? Ini Jadwal dan Syarat Kesepakatan AS-Iran
Selat Hormuz Dibuka, Iran Tegaskan Militer Tetap Kuasai Jalur Tersebut
10 Poin Tuntutan Iran yang Disetujui Trump hingga Umumkan Gencatan Senjata

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Biaya Haji Berpotensi Naik, Pemerintah Pastikan Perlindungan untuk Jemaah
• 6 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Tingkat Kepuasan Program Mudik 2026: Mudik Gratis dan Bantuan Pangan Menempati Posisi Teratas
• 22 jam lalutvrinews.com
thumb
Kondisi Nikita Mirzani Kini Drop di Penjara, Keluhkan Pecah Implan Gigi Hingga Sakit Tulang Belakang
• 6 jam lalugrid.id
thumb
FTSE Russell Pantau Reformasi Pasar Modal, Indonesia Tetap di Secondary Emerging Market
• 15 jam laluidxchannel.com
thumb
Ragam Usulan RUU Narkotika: Legalisasi Ganja Medis hingga Larangan Vape
• 13 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.