Pemerintah Belum Putuskan Penarikan Pasukan TNI dari Misi UNIFIL di Lebanon

metrotvnews.com
8 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Pemerintah Indonesia belum memutuskan penarikan personel TNI dari misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), meski insiden yang menewaskan tiga prajurit pada akhir Maret lalu memicu sorotan terhadap keselamatan personel di lapangan.

Dalam temuan awal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Rabu, 8 April 2026, satu personel TNI dilaporkan terkena proyektil tank milik Israel Defense Forces (IDF), sementara dua lainnya tewas akibat ledakan rakitan yang diduga dipasang oleh kelompok Hizbullah.

Menanggapi kemungkinan penarikan pasukan, Juru Bicara I Kementerian Luar Negeri RI Yvonne Mewengkang menegaskan bahwa seluruh keputusan akan melalui pertimbangan yang sangat matang dengan menempatkan keselamatan personel sebagai prioritas utama.

“Perlu dipahami bahwa kehadiran Indonesia, pasukan kita di UNIFIL itu bagian dari komitmen internasional kita terhadap peace and security,” kata Yvonne dalam press briefing di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Rabu, 8 April 2026.

Ia menekankan, pemerintah tidak mengambil keputusan secara tergesa-gesa, melainkan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kondisi keamanan di lapangan hingga relevansi mandat misi.

“Berbagai keputusan kita terkait isu ini akan melalui pertimbangan yang pastinya harus sangat-sangat matang. Baik dari sisi keselamatan personil, baik dari sisi relevansi mandat UNIFIL itu sendiri dan juga kontribusi kita terhadap stabilitas di kawasan,” ujar Yvonne.

Yvonne menjelaskan bahwa misi UNIFIL merupakan mandat Dewan Keamanan PBB dan dijalankan di bawah koordinasi Sekretariat PBB. Dalam pelaksanaannya, Indonesia sebagai negara kontributor pasukan terus berkomunikasi erat dengan PBB terkait perkembangan situasi di lapangan.

“Troops contributing countries seperti Indonesia itu memiliki komunikasi yang erat dengan PBB untuk terkait kondisi di lapangan termasuk aspek keamanan dan tentunya safety security pasukan kita di lapangan termasuk rules of engagement-nya seperti apa,” jelasnya.

Menurut dia, evaluasi terhadap situasi di lapangan terus dilakukan secara menyeluruh, dengan menempatkan perlindungan personel sebagai pertimbangan utama dalam setiap kebijakan.

“Yang paling penting tentunya safety security personel kita, tapi juga relevansi dari mandate UNIFIL itu sendiri,” pungkas Yvonne.

Baca juga:  Indonesia Kutuk Keras Agresi Israel di Lebanon, Soroti Ancaman bagi UNIFIL


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Perang Timteng Menguji Resiliensi Ekonomi Indonesia
• 10 jam lalurepublika.co.id
thumb
Pria Tewas Tenggelam di Waduk Cincin Usai Melompat Dikejar-kejar Warga
• 13 jam lalukompas.com
thumb
Timeline Pernyataan Trump dari Awal Perang Iran Hingga Gencatan Senjata
• 13 jam laludetik.com
thumb
Kasus Asusila Pegawai Pos Pagaralam, Manajemen Serahkan Proses ke Aparat
• 12 jam lalutvrinews.com
thumb
KPK Benarkan Saksi Kasus Suap Proyek Bekasi Diintimidasi hingga Rumah Dibakar
• 5 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.