JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan, pemerintah telah menurunkan biaya haji 2026 sebesar Rp2 juta. Presiden Prabowo Subianto menegaskan, keputusan ini dinilai berani di tengah naiknya harga avtur.
Hal ini diungkapkan Prabowo saat memberikan taklimat kepada seluruh jajaran anggota Kabinet Merah Putih beserta seluruh Eselon 1 Kementerian dan Lembaga serta Dirut BUMN, dalam Rapat Kerja (Raker) Pemerintah, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
“Yang sudah kita putuskan adalah yang boleh saya umumkan sekarang adalah pelaksanaan haji tahun 2026 ini, kecuali pemerintah Arab Saudi menentukan lain, kalau kita laksanakan, kita pastikan biaya haji tahun 2026 kita turunkan harganya sekitar Rp2 juta,” ujar Prabowo.
Prabowo mengungkapkan tujuan menurunkan ongkos haji saat harga avtur naik merupakan wujud melindungi masyarakat, terutama calon jamaah haji.
“Walaupun harga avtur naik, tapi kita berani turunkan harga haji untuk tahun ini. Demikian komitmen pemerintah ini untuk melindungi rakyat paling bawah,” tuturnya.
Kenaikan harga avtur yang diumumkan Pertamina mulai berlaku per 1 April 2026. Sepanjang periode 1–30 April, harga avtur domestik melonjak rata-rata 70 persen, sementara untuk rute internasional meningkat hingga 80 persen, dengan variasi di masing-masing bandara.
Secara umum, harga avtur domestik yang pada Maret 2026 berada di kisaran Rp13.656 per liter, kini naik menjadi sekitar Rp23.551 per liter pada April atau meningkat lebih dari 70 persen. Jika dibandingkan 2019 saat kebijakan tarif batas atas (TBA) mulai diterapkan, harga avtur bahkan telah melonjak hampir tiga kali lipat.
Berdasarkan data Pertamina Posting Price, harga Avtur di Bandara Soekarno-Hatta (CGK) naik dari sebelumnya Rp13.656,51 per liter pada Maret 2026 menjadi Rp23.551.08 per liter untuk penerbangan domestik.




