Mitsubishi Fuso Pasok 20.600 Unit Truk untuk Kopdes Merah Putih

bisnis.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), distributor kendaraan niaga Mitsubishi Fuso di Indonesia, menjadi penyedia armada untuk proyek Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dengan total pesanan mencapai 20.600 unit.

Sales and Marketing Director KTB, Aji Jaya mengatakan jumlah tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung penguatan distribusi di wilayah pedesaan. Seluruh unit yang dipesan merupakan tipe Colt Diesel (Canter), yang seluruhnya dirakit di fasilitas produksi dalam negeri.

"Kami dipercaya berpartisipasi dalam pengadaan proyek ini [Kopdes Merah Putih]. Jumlahnya mencapai 20.600 unit yang akan dipasok hingga Desember 2026 mendatang," ujar Aji di Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Lonjakan permintaan dalam skala masif ini sempat memberikan tekanan pada kapasitas produksi pabrik Krama Yudha Tiga Berlian di Cakung. Aji mengakui pada tahap awal perusahaan harus melakukan penyesuaian jadwal pengiriman yang mengakibatkan sejumlah konsumen retail atau pasar umum harus menunggu lebih lama demi pemenuhan komitmen proyek pemerintah.

Namun, manajemen memastikan ritme produksi kini telah kembali stabil. Memasuki April 2026, KTB memproyeksikan distribusi kendaraan akan berjalan normal untuk memenuhi kebutuhan proyek sekaligus permintaan pasar umum.

Hingga Maret 2026, KTB telah menyalurkan 2.600 unit kendaraan melalui jaringan dealer mereka untuk kemudian didistribusikan kepada pihak pengelola proyek.

Baca Juga

  • Mitsubishi Fuso Perkuat Loyalitas Pelanggan lewat Jamnas CMIC 2025
  • Mitsubishi Fuso Hadirkan Program Spesial di Bengkel Siaga 24 Jam
  • Mitsubishi Fuso Luncurkan Fighter X FM65F Tractor Head 4x2

"Target kami mulai April ini pasokan kembali stabil, baik untuk proyek pemerintah maupun segmen konsumen retail kami," imbuhnya.

Risiko Bahan Baku

Di tengah keberhasilan mengamankan kontrak besar, industri otomotif kini dihadapkan pada tantangan kenaikan harga bahan baku, termasuk plastik yang menjadi komponen penting kendaraan. Tentang masalah ini, Aji mengakui fluktuasi harga material akibat isu geopolitik global berpotensi memberikan dampak pada aktivitas produksi jangka panjang.

Sebagai langkah antisipasi, KTB terus melakukan komunikasi intensif dengan prinsipal di Jepang guna menjamin kelancaran pasokan suku cadang dan komponen. Langkah ini krusial untuk memastikan produksi tetap berjalan sesuai rencana di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Selain masalah material, sektor kendaraan niaga juga bersiap menghadapi kebijakan mandatory Biodiesel B50 mulai 1 Juli 2026. Soal itu, KTB saat ini memantau hasil uji jalan (road test) yang diselenggarakan pemerintah.

Uji jalan telah menempuh jarak 40.000 kilometer (km) dari target 50.000 km. Berdasarkan laporan sementara, mesin konvensional Fuso tidak menunjukkan kendala berarti terkait penggantian filter maupun performa mesin.

Meski dibayangi tantangan kenaikan bahan baku dan perubahan regulasi bahan bakar, KTB tetap optimis terhadap pasar kendaraan komersial tahun ini. Keberadaan proyek pemerintah diprediksi menjadi motor penggerak utama yang menjaga stabilitas industri otomotif nasional di tengah gejolak pasar.

"Kami masih menunggu hasil evaluasi akhir setelah angka 50.000 km tercapai, yang diperkirakan rampung pada Juni atau Juli. Hasil tersebut akan menjadi acuan resmi mengenai kompatibilitas mesin terhadap bahan bakar B50," jelas Aji.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Massa BEM UI Demo di Patung Kuda Hari ini, Seribuan Personel Disiagakan
• 16 jam lalukompas.com
thumb
Mengapa Trump Menunda Penghancuran Peradaban Iran dalam Semalam?
• 7 jam laluokezone.com
thumb
Polisi Bongkar Dugaan Penimbunan dan Pengoplosan BBM Ilegal di Ambon, Tiga Orang Diamankan
• 18 jam lalupantau.com
thumb
Istana soal Andrie Yunus Minta Dibentuk TGPF: Kami Koordinasikan
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Gencatan Senjata AS-Iran
• 9 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.