PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) mencatat penurunan kinerja sepanjang tahun 2025 dengan membukukan rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp89,36 miliar. Kondisi ini berbanding terbalik dari tahun sebelumnya yang mencatat laba bersih Rp234,22 miliar.
Sejalan dengan itu, Perseroan juga mencatat rugi per saham dasar sebesar Rp19,17, dari sebelumnya laba per saham dasar Rp50,87 pada 2024.
Dari sisi top line, pendapatan usaha SSIA turun signifikan menjadi Rp4,42 triliun dari Rp6,31 triliun pada tahun sebelumnya. Kontributor terbesar masih berasal dari segmen jasa konstruksi sebesar Rp3,27 triliun.
Disusul segmen hotel Rp491,22 miliar, jasa pemeliharaan dan utilitas Rp319,74 miliar, penjualan tanah kawasan industri Rp310,36 miliar. sewa Rp22,08 miliar, serta real estat menyumbang Rp12,61 miliar.
Beban langsung tercatat sebesar Rp3,51 triliun, turun dari Rp4,53 triliun pada 2024. Namun demikian, laba bruto tetap mengalami penurunan menjadi Rp915,78 miliar dari sebelumnya Rp1,77 triliun.
Tekanan kinerja juga datang dari pos bagian rugi entitas asosiasi yang mencapai Rp375,38 miliar, berbanding terbalik dari tahun sebelumnya yang mencatat laba Rp496,74 miliar.
Baca Juga: Bengkak Ribuan Persen, Adhi Karya (ADHI) Rugi Rp5,4 Triliun pada 2025
Baca Juga: Triniti Land (TRIN) Balikkan Rugi Jadi Cuan Rp12,18 Miliar pada 2025
Dari sisi neraca, total aset Perseroan meningkat menjadi Rp12,71 triliun per 31 Desember 2025, dibandingkan Rp10,36 triliun pada akhir 2024. Liabilitas juga bengkak menjadi Rp4,63 triliun dari Rp2,37 triliun, sementara ekuitas tercatat meningkat tipis menjadi Rp8,07 triliun dari Rp7,99 triliun.
Secara keseluruhan, penurunan pendapatan dan perubahan signifikan dari laba menjadi rugi pada entitas asosiasi menjadi faktor utama yang menekan kinerja Perseroan sepanjang tahun lalu.





