Jakarta (ANTARA) - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menekankan pentingnya penguatan nilai budaya sebagai jembatan dialog dan kerja sama antarbangsa di tengah dinamika global.
Hal itu disampaikan Fadli dalam diskusi bersama awak media di Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Rabu. Ia menyoroti perkembangan geopolitik yang memengaruhi tatanan kehidupan global.
Menurut dia, penguatan nilai budaya perlu dikedepankan dalam membangun dialog dan kerja sama antarnegara.
Baca juga: Menbud: Konflik di Timur Tengah mengancam keberadaan warisan budaya
Fadli juga menyoroti tantangan di bidang ekonomi, pangan, dan energi. Dalam menghadapi kondisi tersebut, Indonesia dinilai perlu memperkuat fondasi kebangsaan melalui nilai gotong royong, solidaritas, dan kebersamaan.
“Dalam situasi global yang penuh dinamika, nilai-nilai budaya seperti gotong-royong dan solidaritas menjadi kekuatan utama bangsa dalam menjaga stabilitas dan menghadapi berbagai tantangan,” kata Fadli.
Ia menilai kebijakan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang mengedepankan ekonomi kerakyatan diarahkan untuk menjaga stabilitas nasional dan melindungi kepentingan masyarakat.
Baca juga: Pemerintah perkuat hubungan bilateral dengan Arab Saudi lewat budaya
Pendekatan tersebut tidak hanya mempertimbangkan aspek ekonomi, tetapi juga berlandaskan nilai budaya dan amanat konstitusi.
Fadli mengatakan kebudayaan memiliki peran strategis dalam perumusan kebijakan yang inklusif dan berkelanjutan, serta memperkuat posisi Indonesia di tingkat global melalui diplomasi berbasis identitas bangsa.
Ia menambahkan Indonesia tetap berkomitmen menjalankan politik luar negeri bebas aktif dan mendorong perdamaian dunia.
Baca juga: Menbud sebut kolaborasi pemajuan budaya modal bangsa di masa depan
“Kebudayaan merupakan bagian penting dari diplomasi Indonesia. Melalui pendekatan budaya, kita dapat memperkuat kerja sama internasional sekaligus menyampaikan nilai-nilai perdamaian,” ujarnya.
Fadli menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan media dalam menjaga ketahanan nasional serta memperkuat persatuan bangsa di tengah dinamika global.
Dalam pertemuan itu turut hadir Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Media dan Komunikasi Publik M. Asrian Mirza serta Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Publik Yayuk Sri Budi Rahayu.
Baca juga: Menbud harap musik RI jadi "soft power" negara di kancah global
Baca juga: Indonesia jajaki peluang kerja sama budaya dengan Selandia Baru
Hal itu disampaikan Fadli dalam diskusi bersama awak media di Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Rabu. Ia menyoroti perkembangan geopolitik yang memengaruhi tatanan kehidupan global.
Menurut dia, penguatan nilai budaya perlu dikedepankan dalam membangun dialog dan kerja sama antarnegara.
Baca juga: Menbud: Konflik di Timur Tengah mengancam keberadaan warisan budaya
Fadli juga menyoroti tantangan di bidang ekonomi, pangan, dan energi. Dalam menghadapi kondisi tersebut, Indonesia dinilai perlu memperkuat fondasi kebangsaan melalui nilai gotong royong, solidaritas, dan kebersamaan.
“Dalam situasi global yang penuh dinamika, nilai-nilai budaya seperti gotong-royong dan solidaritas menjadi kekuatan utama bangsa dalam menjaga stabilitas dan menghadapi berbagai tantangan,” kata Fadli.
Ia menilai kebijakan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang mengedepankan ekonomi kerakyatan diarahkan untuk menjaga stabilitas nasional dan melindungi kepentingan masyarakat.
Baca juga: Pemerintah perkuat hubungan bilateral dengan Arab Saudi lewat budaya
Pendekatan tersebut tidak hanya mempertimbangkan aspek ekonomi, tetapi juga berlandaskan nilai budaya dan amanat konstitusi.
Fadli mengatakan kebudayaan memiliki peran strategis dalam perumusan kebijakan yang inklusif dan berkelanjutan, serta memperkuat posisi Indonesia di tingkat global melalui diplomasi berbasis identitas bangsa.
Ia menambahkan Indonesia tetap berkomitmen menjalankan politik luar negeri bebas aktif dan mendorong perdamaian dunia.
Baca juga: Menbud sebut kolaborasi pemajuan budaya modal bangsa di masa depan
“Kebudayaan merupakan bagian penting dari diplomasi Indonesia. Melalui pendekatan budaya, kita dapat memperkuat kerja sama internasional sekaligus menyampaikan nilai-nilai perdamaian,” ujarnya.
Fadli menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan media dalam menjaga ketahanan nasional serta memperkuat persatuan bangsa di tengah dinamika global.
Dalam pertemuan itu turut hadir Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Media dan Komunikasi Publik M. Asrian Mirza serta Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Publik Yayuk Sri Budi Rahayu.
Baca juga: Menbud harap musik RI jadi "soft power" negara di kancah global
Baca juga: Indonesia jajaki peluang kerja sama budaya dengan Selandia Baru





