tvOnenews.com - Ketua Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI), Anthony Leong resmi mengambil formulir pendaftaran calon Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia di Sekretariat BPP HIPMI sebagai bagian dari tahapan Musyawarah Nasional (Munas) XVIII HIPMI pada Juni mendatang.
Momentum pengambilan formulir ini bukan sekadar langkah administratif, tetapi juga menjadi kesempatan bagi Anthony untuk menyampaikan lebih awal gagasannya mengenai penguatan peran HIPMI sebagai penggerak ekonomi nasional yang selaras dengan Pasal 33 UUD 1945.
“Bagi saya, HIPMI bukan sekadar organisasi, tetapi harus menjadi bagian dari implementasi Pasal 33 UUD 1945, di mana ekonomi dibangun sebagai usaha bersama untuk kemakmuran rakyat,” ujar Anthony pada keterangannya (8/4).
Ia menekankan bahwa struktur ekonomi Indonesia menunjukkan peran besar pengusaha, khususnya sektor usaha kecil dan menengah yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional. Namun tantangan utama yang dihadapi adalah kesenjangan akses terhadap pasar, pembiayaan, dan jaringan bisnis.
“Kita memiliki jutaan pelaku usaha, tetapi tidak semuanya memiliki akses yang sama untuk berkembang. Di sinilah HIPMI harus hadir, membuka akses, memperkuat kolaborasi, dan memastikan lebih banyak pengusaha bisa naik kelas,” jelasnya.
Anthony menilai bahwa semangat Pasal 33 UUD 1945 yang menekankan asas kebersamaan dan keadilan ekonomi tetap relevan dalam dinamika ekonomi saat ini. Oleh karena itu, peran HIPMI menjadi krusial dalam menjembatani kepentingan pengusaha dengan arah pembangunan nasional.
“Pasal 33 bukan sekadar teks konstitusi, tetapi arah ekonomi bangsa. HIPMI harus menjadi ruang usaha bersama, tempat pengusaha muda tidak berjalan sendiri, tetapi saling menguatkan dan tumbuh dan melaju bersama,” tegasnya.
Lebih lanjut, Anthony juga menyoroti pentingnya mendorong pengusaha muda untuk masuk ke sektor strategis seperti energi, pangan, dan industri guna memperkuat kedaulatan ekonomi Indonesia.
“Ke depan, pengusaha muda tidak hanya hadir di sektor konsumsi, tetapi juga harus masuk ke sektor strategis yang menentukan masa depan bangsa. Ini adalah bagian dari tanggung jawab kita sebagai pelaku ekonomi,” ujarnya.
Anthony mengajak seluruh anggota HIPMI untuk menjadikan organisasi ini sebagai kekuatan kolektif dalam membangun ekonomi nasional yang lebih inklusif dan berkeadilan. Ia sendiri sudah berkeliling ke 30 provinsi di seluruh Indonesia untuk menyerap aspirasi pengusaha muda daerah dari Sabang - Merauke.




