PT PLN (Persero) terus menunjukkan keseriusannya dalam memimpin transisi energi di Indonesia dengan memperkuat implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), mempercepat target Net Zero Emissions 2060, serta meningkatkan efisiensi operasional dan pemberdayaan masyarakat.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa transformasi yang dilakukan PLN kini tidak lagi sekadar memenuhi kewajiban (compliance), melainkan melangkah lebih jauh sebagai pemimpin dalam transisi energi nasional.
“Kami terus mendorong inovasi teknologi hijau, kolaborasi global, dan menjadikan keberlanjutan sebagai budaya kerja. Kini tugas PLN bukan hanya menyediakan listrik yang andal, tetapi juga memastikan energi tersebut semakin bersih, ramah lingkungan, dan memberi nilai tambah bagi masyarakat,” ujar Darmawan, Rabu (8/4/2026).
Komitmen tersebut tercermin dari capaian signifikan PLN dalam menekan emisi gas rumah kaca. Dalam kurun waktu 2021 hingga 2025, PLN berhasil meningkatkan reduksi emisi dari 12,9 juta ton CO2 menjadi 51,1 juta ton CO2, lonjakan yang menandai percepatan nyata dekarbonisasi sektor energi.
Tak hanya itu, pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) juga terus digenjot. Hingga 2025, kapasitas pembangkit EBT PLN telah mencapai sekitar 9,4 gigawatt (GW). Sementara itu, pembangkit berbasis gas sebagai energi transisi juga mencatat produksi sebesar 33,7 terawatt hour (TWh).
Salah satu terobosan strategis PLN adalah pengembangan green hydrogen. Sejak 2023, PLN telah mengoperasikan Green Hydrogen Plant (GHP) pertama di Indonesia di PLTGU Muara Karang, Jakarta. Bahkan pada 2024, PLN menjadi pionir di Asia Tenggara dengan menghadirkan GHP berbasis panas bumi di PLTP Kamojang, Jawa Barat.
Kini, pengembangan hidrogen hijau PLN telah meluas ke 22 lokasi di seluruh Indonesia dengan total kapasitas mencapai 203 ton per tahun. Inovasi ini membuka peluang besar pemanfaatan hidrogen sebagai co-firing PLTU, bahan bakar transportasi ramah lingkungan, hingga kebutuhan industri.
“Harapannya, berbagai inisiatif ini tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga menciptakan multiplier effect seperti membuka lapangan kerja, memperkuat ekonomi lokal, dan mendukung pembangunan nasional,” tambah Darmawan.
Di bawah kepemimpinannya, PLN juga menorehkan prestasi membanggakan di bidang lingkungan. Sepanjang 2025, PLN berhasil meraih 11 PROPER Emas dan 35 PROPER Hijau, sebagai bukti keberhasilan integrasi prinsip keberlanjutan dalam operasional bisnis.
Tak hanya itu, Darmawan Prasodjo kembali meraih penghargaan Green Leadership PROPER 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup, penghargaan ketiga yang menegaskan konsistensi kepemimpinannya dalam transformasi hijau PLN.
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, turut memberikan apresiasi atas kontribusi PLN dan para pemimpin industri dalam mendorong praktik bisnis berkelanjutan.
“Upaya yang dilakukan tidak hanya meningkatkan efisiensi sumber daya dan mencegah pencemaran, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap pembangunan ekonomi masyarakat,” ungkap Hanif.
Baca Juga: PLN UIP JBT Siapkan Transformasi Besar 2026, Air Bersih hingga Desa Wisata Jadi Fokus
Darmawan kembali menegaskan, penghargaan PROPER bukan sekadar pengakuan, melainkan pendorong untuk terus berinovasi dan mempercepat transformasi menuju masa depan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
“Komitmen kami jelas, menghadirkan listrik yang andal, ramah lingkungan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia,” pungkasnya.





