Pantau - SKK Migas melaporkan realisasi lifting minyak sepanjang 2025 mencapai 606 ribu barel per hari atau melampaui target APBN sebesar 605 ribu barel per hari.
Capaian Lifting dan Target 2026Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyatakan capaian tersebut menjadi modal penting untuk mengejar target lifting minyak tahun 2026 yang ditetapkan sebesar 610 ribu barel per hari.
"Realisasi produksi minyak untuk tahun 2025 itu sebesar 606 ribu barel per hari atau seribu di atas target APBN," ungkapnya.
Pemerintah terus melakukan upaya peningkatan produksi migas secara bertahap sepanjang tahun berjalan.
Tambahan produksi minyak diproyeksikan mencapai sekitar 5.256 barel per hari.
Tambahan produksi gas diproyeksikan mencapai sekitar 227 ribu barel setara minyak per hari.
Gangguan Produksi dan Pemulihan 2026Realisasi produksi migas hingga Maret 2026 menunjukkan adanya peningkatan dibanding awal tahun.
Pada awal Januari 2026 sempat terjadi gangguan produksi akibat putusnya pipa Trans Gas Indonesia pada 2 Januari yang berdampak pada pasokan gas untuk pembangkit listrik di wilayah Rokan.
"Januari turun karena pipa TGI tanggal 2 Januari putus, sehingga tidak bisa mensuplai gas untuk pembangkit listrik," ujarnya.
Kondisi pipa Trans Gas Indonesia saat ini telah diperbaiki meskipun masih terdapat beberapa titik yang memerlukan perhatian lebih lanjut.
SKK Migas mencatat ketersediaan cadangan minyak siap produksi sebesar 2,56 juta barel.
Stok minyak siap angkut tercatat sekitar 430 ribu barel.
Dengan dukungan tersebut, produksi migas pada Maret 2026 meningkat hingga sekitar 635.500 barel per hari.
Sejumlah proyek hulu migas dijadwalkan mulai beroperasi pada tahun 2026 untuk meningkatkan produksi nasional.
Proyek tersebut antara lain pengembangan lapangan di wilayah Pertamina Hulu Rokan serta proyek polimer dan berbagai proyek di wilayah kerja lainnya.
Selain itu, terdapat proyek pengembangan gas di Mahakam yang dikelola oleh PHM dengan pembangunan enam platform.
Proyek Mahakam diperkirakan mampu meningkatkan produksi gas hingga sekitar 120 juta standar kaki kubik per hari.




