Nilai Ekspor di Jateng Turun 300 Juta Dolar AS Akibat Konflik di Timur Tengah

republika.co.id
1 hari lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) July Emmylia mengungkapkan, perang di Timur Tengah (Timteng) telah mulai menunjukkan efek negatif pada bagi dunia usaha di Jateng. Dia mengatakan, selama sebulan terakhir, nilai ekspor Jateng anjlok 7,2 persen atau sekitar 300 juta dolar AS.

"Untuk ekspor, baru bulan ini terasa dampaknya. Kalau kemarin waktu saya diwawancara teman-teman, saya bilang belum (terdampak). Ini terdampaknya sekitar 7,23 persen," ungkap July ketika diwawancara di Kantor DPRD Jateng soal efek perang Timteng terhadap dunia usaha di Provinsi Jateng, Senin (6/4/2026). 

 

Dia menambahkan, persentase penurunan tersebut adalah perbandingan dengan nilai ekspor bulan lalu. "Kalau nominalnya sekitar 300 juta dolar AS," ujarnya. 

 

Menurut July, sektor paling terdampak penurunan ekspor adalah tekstil. "Karena andalan kita memang masih sektor tekstil," ucapnya. 

 

July mengatakan, konflik yang berlangsung di Timteng memang telah menghambat proses distribusi produk ekspor. "Kemudian pasti permintaan dari pasar Amerika dan pasar Timur Tengah juga berkurang," ungkapnya. 

 

Dia menerangkan, saat ini Pemprov Jateng mengupayakan agar sektor yang terdampak konflik di Timteng mengalihkan ekspor atau pasarnya ke Eropa. Namun July mengakui bahwa hal itu tak sederhana. 

 

"Di Eropa itu banyak ketentuannya. Terutama Eropa itu sangat fokus pada isu lingkungan," kata July. 

 

Menurut July, saat ini belum ada pembahasan soal apakah pemerintah akan memberikan insentif atau kompensasi ke pelaku usaha yang sektornya terdampak konflik di Timteng. Hal itu karena kewenangan atas kebijakan semacam itu dipegang oleh pemerintah pusat.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Visi Baru: Indonesia Percepat Transisi Energi Nasional
• 15 jam lalutvrinews.com
thumb
Helsgallery: Perhiasan Persit PG Kostrad Tampil Eksklusif di Jakarta
• 14 jam lalutvrinews.com
thumb
Ternyata Ini Maksud dari Terbitnya Surat Kemenkes tentang Peralihan Non-ASN jadi CPNS
• 11 jam lalujpnn.com
thumb
Warga Minta Zebra Cross dan Petugas Dishub di Batu Ceper Imbas Parkir Liar
• 9 jam lalukompas.com
thumb
Lansia di Solo Diserang OTK Pakai Senjata Tajam, Warga Tak Berani Mendekat | KOMPAS MALAM
• 4 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.