Warga Minta Zebra Cross dan Petugas Dishub di Batu Ceper Imbas Parkir Liar

kompas.com
10 jam lalu
Cover Berita

TANGERANG, KOMPAS.com - Warga di sekitar Stasiun Batu Ceper, Kota Tangerang, meminta adanya zebra cross dan petugas Dishub untuk menyeberang di kawasan sekitar Stasiun Batu Ceper menuju lokasi parkir yang ada di seberangnya.

Permintaan itu muncul menyusul karena adanya parkir liar di trotoar kawasan tersebut akibat lokasi parkir yang dianggap berbahaya harus menyeberang jalan besar.

Pengendara motor yang menggunakan KRL di Stasiun Batu Ceper, Bambang (47), mengatakan, kondisi lalu lintas di sekitar lokasi didominasi kendaraan besar yang melintas sehingga menyulitkan pejalan kaki untuk menyeberang, terlebih tidak adanya zebra cross untuk mereka.

Baca juga: Dinas Bina Marga Jakarta Akan Tata Ulang Zebra Cross Pac Man di Tebet

"Kalau mau tuh harusnya dibuat bel saja buat stopin kendaraan yang mau menyeberang, tapi ini kan enggak ada. Zebra cross juga enggak ada. Kasihan yang menyeberang juga," ujar Bambang saat ditemui di lokasi, Kamis (9/4/2026).

Menurut dia, tidak adanya fasilitas penyeberangan seperti zebra cross maupun lampu penyeberang membuat warga harus ekstra waspada saat melintas.

Pasalnya, di jalanan tersebut sering kali dilewati oleh kendaraan besar, seperti truk maupun bus dengan kecepatan yang cukup kencang.

"Kadang tuh emang malas jalannya saja karena harus menyeberang dua kali. Masalahnya mobil yang lewat itu gede-gede banget terus juga kenceng banget jalannya," kata dia.

Baca juga: Pengerjaan 4 Zebra Cross di Tebet Ditargetkan Rampung Pekan Ini

Tidak hanya itu, kondisi tersebut juga kerap memicu kecelakaan lalu lintas, terutama bagi warga yang hendak menuju stasiun atau area parkir.

Oleh sebab itu, penyediaan fasilitas penyeberangan sederhana dan penempatan petugas dapat menjadi solusi untuk mengurangi risiko sekaligus menertibkan parkir liar.

“Enggak usah JPO, minimal zebra cross sama ada petugas Dishub satu yang bantu menyeberang. Jadi orang juga mau parkir di tempat yang benar,” jelas dia.

Hal senada disampaikan warga setempat, Safrie (bukan nama sebenarnya), yang menyebut sebagian pengendara memilih parkir di trotoar karena akses menuju parkir resmi, yakni parkir bandara, dinilai jauh.

Safrie mengatakan bahwa lokasi untuk masuk ke dalam lokasi parkir bandara, pengendara motor harus putar balik dan melewati jalur kereta.

Baca juga: Pengamat Sebut Zebra Cross Pac-Man di Tebet Langgar Standar Nasional Marka Jalan

Selain faktor jarak, biaya parkir di area tersebut juga menjadi pertimbangan bagi pengendara.

"Di dalam ada parkiran juga, parkiran bandara, itu bayarnya per jam jadi banyak yang bilang kemahalan. Karena enggak semua punya penghasilan yang besar, belum lagi bayar keretanya," kata Safrie.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Meskipun begitu, ia mengaku, telah berulang kali mengingatkan pengendara agar tidak parkir sembarangan di trotoar itu.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BMKG Pangkalpinang Ingatkan Pelayaran Perhatikan Batas Keselamatan
• 6 jam lalutvrinews.com
thumb
Kisah WNI Meneliti di Antartika 57 Hari: Hadapi Cuaca Badai hingga Suhu Ekstrem
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Efisiensi, Komisi IX DPR Minta BGN Batalkan Pengadaan Motor Listrik
• 6 jam laluviva.co.id
thumb
Awas! PSM Makassar Sedang Terluka, PSIM Yogyakarta Wajib Siaga Hadapi Ledakan Juku Eja
• 22 jam laluharianfajar
thumb
Bank OCBC (NISP) Respons Dorongan OJK, Akui Tak Mudah Naik Kelas ke KBMI 4
• 10 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.