Serangan Israel di Lebanon Tewaskan 254 Orang, Gencatan Senjata Dipertanyakan

celebesmedia.id
21 jam lalu
Cover Berita

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Serangan udara Israel menghantam sejumlah kawasan komersial dan pemukiman padat di pusat kota Beirut, Lebanon tanpa peringatan, menewaskan ratusan warga sipil. 

Mengutip Bloomberg, Kamis (9/4), peristiwa ini terjadi hanya beberapa jam setelah diumumkannya gencatan senjata dalam konflik antara Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran, memicu kecaman luas dari berbagai pihak.

Berdasarkan laporan Pertahanan Sipil Lebanon, sedikitnya 254 orang tewas dan 1.165 lainnya mengalami luka-luka dalam serangan yang terjadi pada Rabu (8/4)  Kondisi di lapangan masih kacau, dengan proses evakuasi korban yang terus berlangsung di tengah keterbatasan fasilitas medis.

Menteri Kesehatan Lebanon, Rakan Nassereddine, menyebut situasi ini sebagai eskalasi serius yang mengancam stabilitas nasional. 

"Ambulans masih terus mengevakuasi korban ke rumah sakit. Kami mendesak organisasi internasional untuk membantu sektor kesehatan Lebanon," ujarnya dikutip dari Militer Israel mengonfirmasi bahwa serangan ini merupakan operasi terkoordinasi terbesar sejak dimulainya kampanye militer terbaru pada 2 Maret. Target serangan mencakup wilayah Beirut, Lembah Bekaa, serta Lebanon bagian selatan.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menegaskan bahwa operasi tersebut difokuskan pada infrastruktur milisi Hizbullah. 

"Militer Israel melakukan serangan mendadak terhadap ratusan teroris Hizbullah di pusat komando di seluruh Lebanon. Ini adalah pukulan terkonsentrasi terbesar yang dialami Hizbullah sejak Operasi Beeper," demikian dikutip dari pernyataan resmi Menhan Israel.

Meski demikian, pihak Israel mengakui bahwa sebagian target berada di area pemukiman sipil. Mereka mengklaim telah berupaya meminimalisir dampak terhadap warga yang tidak terlibat dalam konflik.

Menyikapi hal itu, pemerintah Lebanon mengecam keras serangan tersebut. Perdana Menteri Nawaf Salam menilai Israel telah melanggar hukum internasional dengan menyerang warga sipil yang tidak berdaya.

Ketua Parlemen Lebanon Nabih Berri bahkan menyebut aksi militer itu sebagai "kejahatan perang yang nyata." Pernyataan ini menambah tekanan internasional terhadap Israel di tengah meningkatnya korban sipil.

Koordinator Khusus PBB untuk Lebanon, Jeanine Hennis, turut angkat bicara. Ia menegaskan penyataannya melalui platform X bahwa serangan Israel tidak boleh berlanjut dan mendesak semua pihak untuk kembali mematuhi Resolusi 1701 Dewan Keamanan PBB.

Serangan ini menjadi sorotan karena terjadi tak lama setelah kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran selama dua minggu. 

Meski mediator dari Pakistan menyebut Lebanon termasuk dalam cakupan kesepakatan tersebut, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membantahnya.

"Kami terus menyerang Hizbullah," tegas Netanyahu. Ia juga menambahkan bahwa Israel tetap dalam kondisi siaga penuh dan siap kembali berkonflik dengan Iran kapan saja.

Dari pihak Iran, Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf menyatakan bahwa gencatan senjata dan jalur diplomasi dengan AS kini tidak lagi relevan. Ia menuding adanya pelanggaran berulang terhadap kesepakatan yang telah dibuat.

"Ketidakpercayaan mendalam yang kami miliki terhadap Amerika Serikat berakar pada pelanggaran berulang mereka terhadap komitmen—pola yang sayangnya terulang kembali," ujar Ghalibaf.

Sejak dimulainya operasi militer pada 2 Maret, serangan udara Israel dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.530 orang di Lebanon, termasuk perempuan dan anak-anak. Selain itu, lebih dari 1,2 juta warga terpaksa mengungsi akibat konflik yang terus meluas.

Situasi ini memperburuk krisis kemanusiaan di Lebanon dan meningkatkan kekhawatiran akan eskalasi konflik yang lebih besar di kawasan Timur Tengah.

Sumber: Bloomberg / Al Jazeera


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Lemkapi Nilai Keberhasilan Polri Kelola Mudik 2026 Bukti Komitmen Pelayanan Publik
• 13 jam lalupantau.com
thumb
Hashim Sebut Prabowo Mau Dikudeta, Andreas PDIP Singgung Kekhawatiran Berlebih
• 15 jam lalujpnn.com
thumb
Wamentan dorong pengetatan impor dan penguatan hilirisasi gula
• 10 jam laluantaranews.com
thumb
[FULL] Peran Bawas MA Jaga Integritas Peradilan, Upaya Pengawasan Aparatur Mahkamah Agung | MA NEWS
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Longsor di Sembahe Tewaskan Lima Orang, Operasi SAR Resmi Ditutup Setelah Seluruh Korban Ditemukan
• 4 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.