Iran Ancam Serangan Balasan Usai Gencatan Senjata Dilanggar Israel

wartaekonomi.co.id
2 hari lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Iran dan Hezbollah Lebanon mengutuk serangan mengejutkan dari Israel. Pasalnya, hal tersebut dilakukan mereka tidak lama usai tercapainya gencatan senjata dari Teheran dan Amerika Serikat di Timur Tengah.

Anggota Parlemen Senior Hezbollah, Ibrahim al-Moussawi mengutuk serangan tersebut. Ia menegaskan bahwa serangan tersebut telah memberikan pihaknya hak untuk melakukan serangan balasan ke Israel.

Baca Juga: Usai Gencatan Senjata, Israel Lancarkan Serangan Besar-besaran ke Sekutu Iran

"Kami diberitahu bahwa kami menjadi bagian dari gencatan senjata, jadi kami mematuhinya. Tapi Israel seperti biasa telah melanggarnya dan melakukan pembantaian di Lebanon," kata Ibrahim al-Moussawi.

Hezbollah sendiri mengatakan bahwa mereka menembakkan roket ke Manara. Hal tersebut merupakan peringatan untuk Israel. Menurutnya serangan hanya akan berhenti jika tidak ada agresi dari Tel Aviv dan Amerika Serikat.

Garda Revolusi Iran memperingatkan juga memperingatkan bahwa pihaknya akan membalas serangan terhadap sekutunya, jika hal tersebut tidak dihentikan oleh Israel dan Amerika Serikat.

Presiden Lebanon, Joseph Aoun juga mengutuk serangan dari Israel. Sementara Presiden Prancis, Emmanuel Macron telah mengatakan kepadanya bahwa ia siap untuk melakukan upaya diplomatik agar wilayah dimasukkan dalam gencatan senjata dari Israel, Iran dan Amerika Serikat.

Sebelumnya, Hezbollah telah berhenti melakukan serangan menuju wilayah dari Israel di Rabu. Pernyataan publik terakhir kelompok itu tentang aktivitas militernya mengatakan bahwa mereka telah menargetkan pasukan Israel di Lebanon di Selasa.

Namun Israel melancarkan serangan besar-besaran ke Lebanon di Rabu (8/4). Hal tersebut mengancam keberlangsungan gencaran senjata selama dua minggu dari Amerika Serikat dan Iran di Timur Tengah.

Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata tidak mencakup konflik di Lebanon. Hal ini berarti operasi militer mereka tetap akan berlanjut terhadap kelompok dari Hezbollah. 

"Amerika Serikat telah memberi tahu kami bahwa mereka berkomitmen untuk mencapai tujuan ini dalam negosiasi mendatang. Gencatan senjata dua minggu tidak termasuk Lebanon," katanya.

Tel Aviv menyatakan bahwa pihaknya telah menyerang lebih dari seratus target, termasuk pusat komando dan fasilitas militer Hezbollah di Beirut, Lembah Bekaa, dan Lebanon Selatan.

Menurut laporan, sedikitnya lima ledakan besar juga mengguncang wilayah dari dari Beirut. Lebanon melaporkan sedikitnya 254 orang tewas dan lebih dari 1.100 luka-luka. Serangan ini menjadi serangan yang paling mematikan sejak konflik dimulai pada awal Maret.

Serangan Israel ini mengancam keberlangsungan gencaran senjata dari Iran dan Amerika Serikat. Teheran diketahui ingin gencatan senjata juga turut berlaku untuk Lebanon. Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif juga menyebut kesepakatan mencakup penghentian konflik dalam wilayah tersebut.

Baca Juga: Australia Kritik Retorika Trump ke Iran: Tidak Pantas Diucapkan Presiden Amerika Serikat

“Dengan senang hati saya mengumumkan bahwa kedua negara, bersama sekutu-sekutunya, telah sepakat untuk gencatan senjata segera di mana pun dalam kawasan, termasuk di Lebanon,” katanya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kuasa Hukum Kritisi Penetapan Irawan Prakoso Sebagai Tersangka Kasus Petral
• 19 jam laluokezone.com
thumb
Kapok Jadi Tersangka, Bigmo Minta Maaf ke Andre Rosiade dan Berjanji Hapus Konten Negatif
• 1 jam lalugrid.id
thumb
Wamendagri Sidak Hari Pertama WFH di Pemkot Bekasi, Pastikan ASN Kerja
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Pj Sekdaprov Sumut Buka SA-Note 2026, Tekankan Pemerataan Dokter Spesialis Anestesi di Wilayah Kepulauan
• 21 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Penculik Bocah 9 Tahun di Cirebon Ditangkap, Toko Disegel Warga
• 18 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.