Rupiah Kian Melemah Kamis Pagi, Imbas Pelanggaran Gencatan Senjata Israel

suarasurabaya.net
21 jam lalu
Cover Berita

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah sebesar 18 poin atau 0,11 persen menjadi Rp17.030 per dolar AS. Sebelumnya pada penutupan perdagangan, rupiah berada di level Rp17.012 per dolar AS.

Rully Nova ekonom menjelaskan pelanggaran perjanjian gencatan senjata oleh Israel menjadi pemicu pelemahan rupiah di pembukaan perdagangan Kamis (9/4/2026).

“Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan melemah di kisaran Rp17.020 – Rp17.080 dipengaruhi oleh meningkatnya kembali tekanan eksternal setelah klaim Iran terhadap pelanggaran kesepakatan gencatan senjata terkait serangan Israel ke Lebanon, sehingga memicu harga minyak naik,” terangnya, seperti dikutip dari Antara.

Sebagai informasi, AS telah menerima proposal 10 poin dari Iran sebagai dasar negosiasi untuk untuk menghentikan serangan dan deeskalasi konflik. Salah satu poin yang dicantumkan Iran yakni penghentian permusuhan di seluruh wilayah termasuk di Lebanon.

Namun, dikabarkan Israel kembali menyerang secara besar-besaran di daerah Dahiyeh, selatan Beirut, dan Lebanon. Sebelumnya tentara Israel mengatakan pihaknya telah menyerang lebih dari 100 lokasi di Beirut, Lebah Beqaa, dan Lebanon selatan yang menewaskan 254 orang.

Sementara kantor berita Sputnik melaporkan JD Vance Wakil Presiden AS mengatakan penghentian serangan di Lebanon bukan termasuk kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran, dan menyebut isu itu “kesalahpahaman”.

Donald Trump Presiden AS juga mengatakan konflik di Lebanon tidak masuk kesepakatan karena adanya keterlibatan kelompok Hizbullah. Trump menilai konflik Israel dengan Lebanon merupakan konflik berbeda dengan konflik AS dengan Iran.

Rilis cadangan devisa yang mengalami penurunan menjadi 148,2 miliar dolar AS pada akhir Maret 2026 serta surplus perdagangan yang masih tidak memenuhi ekspektasi pelaku pasar, tidak menggerakkan dan memberi efek terhadap nilai rupiah.

“Konsensus pasar surplus perdagangan 1,5 miliar dolar AS, tapi realisasi 1,2 miliar dolar AS,” ungkapnya.(ant/vve/kir/ipg)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Novita Hardini Soroti Beban PPN Ganda dan Minimnya Insentif Film: Industri Kreatif Kita Sedang Tercekik
• 10 jam laluliputan6.com
thumb
Legislator PKB Minta Pemerintah Jelaskan Pengadaan Motor Listrik BGN
• 18 jam lalukompas.com
thumb
Garuda Indonesia akan Naikkan Harga Tiket, Imbas Penyesuaian Fuel Surcharge
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
Eks Konsultan Kemendikbudristek Sebut Rekomendasi soal Chromebook Tak Diindahkan
• 9 menit lalukatadata.co.id
thumb
Presiden Prabowo Siapkan Investasi Besar untuk Avtur Jelantah Nasional
• 17 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.